Anak Muda Indonesia Masuk Bisnis Aplikasi Chat Online

INFONAWACITA – Novi Wahyuningsih di usianya ke-23 tahun, perempuan asli Kebumen, Jawa Tengah itu sudah malang melintang di bidang bisnis. Kali ini Novi membuat gebrakan baru dengan memasuki bisnis aplikasi game online dan chat online yang bernama Meotalk. Sebagai Ceo Meotalk Indonesia, saat ini Novi mengenalkan Meotalk di Indonesia dan negara-negara lain di Asia. “Kita percaya smartphone atau perangkat mobile merupakan transformasi besar dari adanya komputer atau internet” kata Novi Wahyuningsih, Direktur Utama PT. Wahyu Global Abadi.

Novi menjelaskan PT. Wahyu Global Abadi adalah perusahaan yang bekerjasama menjadi bagian mengembangkan MeoTalk di Indonesia. Sebagai perusahaan chat terbaru, Meo-Talk tidak hanya memberi cara berkomunikasi dengan teman dan keluarga. Meo-Talk memberikan nilai tambah bagi sesama pelanggan, karena selain dapat menikmati semua fitur sepuasnya seperti chatting, group chatting, voice message, video & audio calling, send moment, kirim sticker dan emoticon, serta live chat dengan akses internet yang cepat. MeoTalk juga memberi keuntungan besar yakni mendapatkan bonus poin. Pengguna cukup berkomunikasi dengan pengguna lain setiap harinya, maka bonus poin didapat pengguna.

“Ini yang menjadi market kami, dengan mendapat bonus poin itu kemudian pelanggan dapat mengakumulasinya di seluruh kantor cabang MeoTalk di bawah organisasi perusahaan. Dimana poin chatting ini dapat dikonversi menjadi uang tunai dan akan ditebus di semua outlet di dunia. Maka dari itu download aplikasi MeoTalk secara gratis dapatkan penghasilan tak terbatas,” lanjut Novi.

Penyandang gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen itu menambahkan, di aplikasi ini share atau saham dijual bebas kepada investor dengan minimal 1.000 dolar Amerika sampai 50.000 dolar. Masyarakat juga sudah dapat download aplikasi secara gratis di “Play Store” Android, Blackberry, Nokia dan IOS.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran 6 November 1991 itu menyampaikan bisnis aplikasi game maupun chat online cukup potensial. Dia menunjukkan bahwa pengusaha Harry Tanoe dengan MNC Group mempunyai share sebesar 40 persen di WeChat. Kemudian Bakrie Grup investasi Rp 100 miliar di Path, dan Tokopedia yang mendapatkan suntikan dana 120 triliun. “Saya berharap aplikasi yang sedang kami kembangkan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya menyebutkan pengembangan aplikasi tersebut merupakan berhasil kerja sama dengan teman-teman bisnisnya di Kuala Lumpur.

Novi mengaku akan terus berusaha berkarya dan berkontribusi untuk Indonesia serta membuktikan bahwa anak muda Indonesia dapat bersaing dan berprestasi.