Ahok Jelaskan Duduk Permasalahan Soal Walk Out Rapat Pleno KPU

INFONAWACITA.COM – Pasangan calon peserta Pilgub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) -Djarot Saiful Hidayat, diberitakan walkout dari rapat pleno KPU DKI Jakarta tentang penetapan pasangan calon yang lolos putaran kedua, Sabtu (4/3), di Hotel Borobudur, Jakarta. Ahok mencoba meluruskan apa yang sebenarnya terjadi.

Menurut Ahok, dirinya dan Djarot sudah datang dan menunggu di ruangan VVIP, namun tidak ada satu orang pun di ruangan tersebut. Ahok juga menanggapi pernyataan KPU ada salah komunikasi. “Apanya yang salah komunikasi? Justru saya bilang itu kebohongan, beliau (Soemarno) mengatakan kami tidak masuk ke ruang VVIP, padahal saya dan Djarot sudah ke VVIP dulu pada pukul 18.55 WIB,” kata Ahok, Minggu (5/3).

Ahok menjelaskan sejak pukul 19.00 WIB dirinya dan tim sudah tiba di Hotel Borobudur. Waktu itu kata Ahok, Djarot sudah menunggu terlebih dahulu di ruangan VVIP akan tetapi tidak ada satu pun orang di ruangan tersebut.

“Bilangnya kami tidak masuk ruangan VVIP padahal kami lewat lobby utama loh dan Pak Djarot sampai duluan dan sudah ke VVIP KPU. Dan ketika saya datang, dikasih tahu Pak Djarot bahwa nggak ada orang di ruangan tersebut,” kata Ahok meluruskan.

Menurutnya, ketika acara molor 30 menit dirinya juga sudah mencoba konfirmasi ke KPU DKI Jakarta kapan acara akan di mulai, akan tetapi tidak ada tanggapan dari pihak KPU.

“Jam delapan saya turun. Begitu turun, Paslon 3 juga gak ada di VVIP, KPU juga lagi makan makan, saya tanya kapan mulai gak jelas jawabnya, lalu saya bilang kalau gak mau mulai saya pulang ini, ya udah gak ada jawaban saya pulang,” kata Ahok.

Sementara Sekretaris Tim Pemenangan Ahok Djarot, Tb. Ace Hasan Syadzily mengingatkan KPU DKI Jakarta untuk bisa profesional dalam penyelenggaraan Pilgub DKI. Pasalnya, kata Ace, Pilkada DKI menjadi pusat perhatian nasional dan disorot oleh seluruh media massa.

“Tidak perlu diperpanjang, tapi kami pesan ke KPU harus profesional karena Pilkada DKI itu dilihat publik, dan kita tahu semua kamera TV itu menyorot kita waktu itu dan Kompas TV juga live jamnya semua jelas,” kata Ace.

Sebelumnya ketua KPU DKI Jakarta Soemarno menjelaskan bahwa acara kemarin tidaklah molor akan tetapi pihak KPU DKI tidak tahu bahwa Paslon dua sudah datang dan menunggu di ruangan berbeda.

“Sebenarnya tidak molor. Kami tidak tahu bahwa Pak Ahok dan Pak Djarot ternyata sudah datang. Kami cek di ruangan yang disiapkan tidak ada, ternyata ada di ruangan lain,” ujar Sumarno.(DS/AR)