Ahok-Djarot Berjiwa Ksatria, Ini Kata-kata Mereka Saat Kalah Quick Count

Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat saat konferensi pers menanggapi hasil quick count di Hotel Pullman, 19 April 2017. (foto: Desy Selviany | infonawacita.com)

INFONAWACITA.COM – Ahok-Djarot berjiwa ksatria. Keduanya mengakui kekalahan dari pesaing mereka Anies-Sandi pada Rabu (19/4) lalu.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat tidak akan meneruskan masa bakti mereka. Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan segera ditanggalkan. Ahok-Djarot sudah kalah dari Anies-Sandi menurut versi quick count atau hitung cepat.

Ahok-Djarot pun tak berlama-lama untuk mengakui kekalahan mereka. Sikap ksatria keduanya mendapat apresiasi para netizen. Ratusan ribu tweet dengan kata kunci Ahok menjadi trending topic.

Berikut adalah kata-kata yang disampaikan Ahok-Djarot tersebut. Kata-kata yang akan dikenang sepanjang masa:

  1. Ahok: Tuhan yang beri kekuasaan dan Tuhan yang ambil
foto: DS|infonawacita.com

Kekalahan tidak membuat Ahok serta-merta berburuk sangka dengan Tuhan. Justru dalam keadaan ini ia mengingatkan para relawannya untuk tetap berbaik sangka dengan keinginan Tuhan.

“Kepada pendukung kami, kami mengerti sedih dan kecewa, tapi nggak papa, karena bahwa Kekuasaan itu Tuhan yang kasih dan Tuhan yang ambil. Jadi tidak ada seorang pun yang bisa menjabat tanpa seijin Tuhan, jadi semua tidak usah dipikirkan,” kata Ahok dengan senyum saat konferensi pers di Media Center Tim Sukses Badja.

  1. Ahok: Saya akan berusaha tuntaskan program agar gubernur berikutnya lebih ringan

Kontestasi yang cukup sengit dalam Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung selama 6 bulan tidak membuat Ahok dendam kepada pesaingnya,

“Jadi saya pikir ini akan sangat baik. Kami akan bekerja dengan cepat untuk 6 bulan terakhir. Kami akan bekerja dan fokus, dan kami akan terbuka untuk Pak Anies dan Pak Sandi untuk meminta data apa saja ke kita. Jadi kita harapkan program-program kita bisa lebih cepat selesaikan sehingga Pak Anies dan Pak Sandi lebih ringan.”

  1. Ahok: legowo untuk Jakarta lebih baik

Ahok menutup pidatonya dengan simpatik. Mengucapkan selamat kepada Anies-Sandi,

“Dan selamat untuk Pak Anies dan Pak Sandi dan seluruh tim pendukung. Kita semua sama karena kita ingin Jakarta lebih baik, karena jakarta rumah kita bersama.”

  1. Djarot: Kami harap semua bisa menjaga kebersamaan
foto: DS|infonawacita.com

Tidak kalah dengan Ahok, kata-kata Djarot pun menampakkan kedewasaan politik. Ia menekankan kebersamaan,

“Selamat kepada beliau (Anies-Sandi –red), sambil kita menunggu hitungan real count yang akan dikeluarkan KPUD DKI Jakarta. Kami harap semua pihak bisa menjaga rasa kebersamaan yang sudah terbangun selama ini.”

  1. Djarot: ketenangan jiwa untuk menjadi modal membangun Jakarta lebih baik

Djarot juga berharap bahwa masyarakat Jakarta bisa mengutamakan ketenangan jiwa dan menguatkan batin. Hal ini, kata Djarot, harus dilakukan agar masyarakat Jakarta bisa melihat dengan baik mana yang benar dan mana yang salah.

“Kita berharap ketenangan jiwa dan kekuatan batin ini menjadi modal Jakarta untuk membantu warga Jakarta lebih baik lagi,” pungkas Djarot. (DS)