Aher: Tahun Depan Tiga Waduk di Jabar Bebas Keramba

Keramba di Waduk Jatiluhur (foto: Katadata)

INFONAWACITA.COM – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) menginginkan pada 2018 mendatang, tiga waduk di Jabar harus zero jaring apung atau bebas keramba. Ketiga waduk tersebut yakni, Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata, dan Waduk Saguling.

“Waduk yang sudah punya komitmen bebas jaring apung ini awalnya Jatiluhur. Nanti berikutnya dua waduk yang lain,” kata Aher usai melepas 2,3 juta benih ikan, di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jumat (29/12).

Meski demikian, dalam merealisasikan bebas keramba di tiga waduk besar di Jabar ini, Aher tidak menampik akan terjadi sedikit gejolak di masyarakat.

Namun pihaknya saat ini akan mulai mendata masyarakat yang menjadikan jaring apung ini sebagai mata pencaharian, untuk kemudian perlahan dialihkan dengan penanaman ikan sebanyak-banyaknya sehingga masyarakat bisa menjadi pencari ikan.

“Ini akan datangkan hasil optimal ingin Citarum hulu tengah dan hilir bersih. Jadi hadirkan danau yg bersih, ini waduk Jatilajur salah satunya termasuk Cirata dan Saguling,” ujarnya seperti yang diinformasikan melalui jabarprov.go.id.

Aher menjelaskan, dua pendekatan yang dilakukan untuk pembersihan air di Waduk adalah dengan melakukannya dari hulu yang sebagian besarnya disebabkan oleh limbah dari keramba.

Ia pun menyatakan telah disepakati bersama dengan Bupati Purwakarta serta pihak lainnya untuk menertibkan jaring apung, sehingga pada 2018 bisa terealisasi zero jaring apung.

Penanaman ikan di waduk

Selain itu, Aher mengatakan, dengan menanam ikan maka akan mampu membersihkan air yang berwarna hijau yang disebabkan sisa pakan ikan, sehingga menumbukan plangton yang berbahaya bagi turbin.

“Nanti ke depan akan diperbanyak ikan-ikan. Jenis paling banyak nila 500 ribu ekor, ada bandeng, tawes, sepat,” katanya.

Ia menyebut, setiap tahunnya, program penebaran bibit ini terus berkembang, jika tahun lalu 30 juta, tahun ini bisa mencapai 51 juta benih.

“Tahun depan mudah-mudahana bisa 80 juta benih, Kualitas (air) waduk masih bisa digunakan pertanian, bisa air untuk minum. Nanti akan jadi pemasok air,” katanya. (RA/yi)