Ada 107 Turis Diduga Paedofil Masuk ke Indonesia

INFONAWACITA.COM – Koordinator Ending The Sexual Exploitation of Children (ECPAT) Indonesia Ahmad Sofyan menyebut jika ada 107 turis yang telah dideportasi karena diduga sebagai paedofil. Angka tersebut kata Sofyan berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM per September 2017.

Atas data tersebut, Sofyan mengatakan pihaknya kemudian melakukan analisis terhadap 13 kasus WNA yang diduga pedofil tersebut. Hasilnya, 12 di antaranya memiliki tujuan ke Bali.

“Mayoritas warga Australia yang ingin berwisata ke Bali,” kata Sofyan dalam diskusi di Cikini seperti dikutip dariĀ Kompas.com pada Kamis (28/12).

Belum lagi, jelasnya, kekhawatiran kunjungan dari turis paedofil diperkuat dengan banyaknya laporan di berbagai media internasional bahwa Indonesia merupakan salah satu pilihan destinasi bagi para pedofil internasional.

“Karena itu kami mendorong agar pemerintah melakukan langkah-langkah yang lebih konkret. Kementerian PPPA dan Kementerian Pariwisata belum melakukan kolaborasi yang konkret bagaimana menyelamatkan destinasi wisata kita,” tuturnya.

“Dan juga stakeholder pariwisata yang bersama sipil melakukan langkah pencegahan dan perlindungan,” kata dia.

Ia menduga prostitusi anak yang saat ini belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah membuat turis paedofil itu tertarik untuk mengunjungi Indonesia.

“Contoh di Garut, tim kami malam ditawarkan. Mau anak SD, SMP, atau SMA. Itu yang menawarkan orang setempat. Apakah suruhan hotel atau inisiatif. Jadi (ada wisatawan) niatnya wisata tapi ditawari anak-anak untuk kebutuhan seks. Sehingga wisatawan tadi terpengaruh,” tuturnya.

Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata, Oneng Setia Harini pun tidak mempungkiri jika pariwisata rentan digunakan untuk hal kriminal salah satunya eksploitasi anak.

Oleh karenannya pihaknya pun terus berupaya melakukan kerjasama dengan institusi terkait untuk dapat mencegah prostitusi anak terjadi.

Salah satu langkahnya adalah dengan terbitnya Peraturan Menteri Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan Eksploitasi Anak di Lingkungan Pariwisata.

Ia memastikan Kemenpar akan semakin intensif mensosialisasikan pedoman tersebut, terutama kepada Pemda, pelaku industri di daerah hingga masyarakat setempat.

“Bagaimana kita mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk menciptakan destinasi yang kondusif. Agar kegiatan pariwisata tetap tumbuh dan berkembang,” kata Oneng.(DS)