ABJ : Gubernur BI harus dievaluasi

INFONAWACITA – Arus Bawah Jokowi (ABJ) meminta Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mundur dari jabatannya karena telah mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait ingin diturunkannya harga bahan bakar minyak (BBM).

Sekjen ABJ, Ronny Talapessy mengatakan Agus Marto tidak sepantasnya berkomentar mengenai kebijakan Presiden. Menurut dia, seharusnya sebagai pembantu Presiden mendukung kebijakan pemerintah.

“Karena mengingat perekonomian kita lagi lemah dengan diturunkan harga BBM ini membantu meningkatkan perekonomian dalam negeri, berdampak ke seluruh elemen masyarakat Indonesia,” katanya di Jakarta, Sabtu (3/10/2015).

Oleh karena itu, kata Ronny, Arus Bawah Jokowi meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengevaluasi si direktur BI ini bahkan kalau perlu dipanggil, karena ini untuk kepentingan rakyat Indonesia.

“Kalau dia sebagai pejabat publik harusnya malu dan harusnya mundur. Pertanyaannya apa yang telah dibuat oleh BI ?,” ujarnya.

Sebelumnya, pada rapat terbatas Presiden Joko Widodo meminta agar Pertamina menghitung lagi apakah masih mungkin harga BBM jenis premium diturunkan lagi meskipun hanya sedikit.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan agar usulan penurunan harga BBM jangan hanya mencari popularitas, tapi mempertimbangkan aturan yang sudah ada.

Menurut Agus, usulan penurunan BBM harus mempertimbangkan akuntabilitas dan kondisi sebenarnya.

“Kalau mau direview harus lakukan dengan disiplin, enam bulan direview, setelah itu baru diputuskan. Kalau perlu naik ya naik, kalau perlu turun ya turun,” kata Agus Martowardojo.