85 Persen Kawasan Sekolah di Bogor Dipenuhi Iklan Rokok

INFONAWACITA.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pembaharu Muda menemukan 85 persen wilayah Sekolah di Bogor Jawa Barat dipenuhi oleh iklan rokok

Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Iklan Reklame, pemasangan iklan rokok di Kota Bogor resmi dilarang. Perda ini tentu saja menjadi angin segar terhadap upaya Pemkot Bogor menegakkan aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Iklan rokok selalu ditempatkan di mana anak muda biasa berkegiatan dan berkumpul. Karena anak muda target pasar utama mendapatkan perokok pengganti yang menjamin bisnisnya” kata anggota Pembaharu Muda Bagja Nugraha dari Kota Bogor, Kamis (16/2).

Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015, menguatkan Undang-undang Kesehatan No 36 Tahun 2009 Pasal 113 menetapkan rokok sebagai zat adiktif.

Bagja menilai seharusnya dipahami para produsen rokok agar tidak memasang iklan di Bogor.

Bagja mengatakan, 20 fasilitator anak di 17 kota tergabung dalam Pembaharu Muda melakukan pemantauan iklan, promosi dan sponsor rokok luar ruang serentak dilaksanakan 15 kota pada November 2016 lalu.

Hasil pantauan tersebut dirangkum menjadi buku berjudul “Ketika Invasi Iklan Rokok Tak Terbendung Lagi” Catatan dan Keresahan Pembaharu Muda yang diluncurkan serentak di 17 kota, Rabu (15/2).

“Hasil pemantauan ini menjadi materi diskusi kami (Pembaharu Muda) untuk mengetahui lebih dekat strategi yang dilakukan industri rokok dalam menargetkan anak muda,” kata Bagja.

Menurutnya, ditemukan banyak ‘insight‘ dan kesadaran bagaimana industri rokok menebarkan jaringan berupa iklan, promosi dan sponsor rokok untuk menjebak remaja menjadi perokok. (HG)