58,5 Persen Masyarakat Indonesia Lakukan Transaksi Melalui Smartphone

Ilustrasi: Krjogja

INFONAWACITA.COM – Masuknya internet telah mengubah setidaknya beberapa cara masyarakat memenuhi kebutuhan termasuk cara mereka berbelanja. Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Teknologi, Herry Abdul Aziz mengatakan bahwa sebanyak 58,5 persen masyarakat telah menggunakan smartphone dalam bertransaksi.

Menurut Herry saat ini rantai distribusi produk dan layanan tidak lagi berlangsung secara konvensional.

“Sekarang bukan lagi dilakukan secara konvensional namun disintermediasi. Disintermediasi adalah bisnis potong rantai pasok. Ini adalah lompatan yang bukan main. Jadi begitu pendeknya rantai dari suppliers ke customers,” jelasnya.

Bagi Herry salah satu elemen yang harus dibenahi dan penting dalam ekonimi digital adalah masalah logistik.

“Khususnya peningkatan kapasitas penyediaan jasa logistik lokal untuk memenuhi kebutuhan pengiriman di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Herry seperti yang diinformasikan melalui laman kominfo.go.id Selasa (24/10).

Ia kemudian menjelaskan pemerintah Indonesia juga mendorong melalui pembenahan infrastruktur yang dilakukan mulai dari pembangunan tol laut, pelabuhan, pembangunan jalan di bagian Indonesia Timur dan terhubungnya fiber optik seluruh Indonesia.

Pemerataan Akses Internet

“Di tahun 2019, seluruh kabupaten kota di Indonesia akan terhubung dengan fiber optik. Ini menunjukkan yang akan membuat transaksi eklektronik semakin cepat,” ujarnya.

Saat ini, ia mengakui masih ada beberapa tempat yang belum terjangkau akses internet, meski demikian pemerintah akan berupaya untuk penuhi target pemerataan akses internet.

“Memang masih ada kekurangan blankspot di beberapa tempat tapi tinggal tunggu waktu untuk dicapai atau dibenahi karena memang Pak Jokowi menargetkan Indonesia akan menjadi negara berbasiskan ekonomi digital,” jelas Herry. (RA)