5 Momen Pertemuan dengan Kedubes Palestina, PBNU: Palestina Merdeka!

Ketum PBNU KH. Said Aqil Siroj bergandengan tangan dengan Wakil Dubes Palestina Taher Ibrahim Abdallah dalam pertemuan PBNU dengan Kedubes Palestina di Kantor Kedubes Palestina, Jum’at (22/6/2018). (Foto: Istimewa)
Ketum PBNU KH. Said Aqil Siroj bergandengan tangan dengan Wakil Dubes Palestina Taher Ibrahim Abdallah dalam pertemuan PBNU dengan Kedubes Palestina di Kantor Kedubes Palestina, Jum’at (22/6/2018). (Foto: Istimewa)

INFONAWACITA.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan tetap pada komitmennya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. PBNU juga menyampaikan kronik perjuangannya selama ini atas kedaulatan Palestina.

Pascapendudukan Israel atas tanah Palestina, Nahdlatul Ulama secara lantang telah memprotes tindakan Israel serta menggalang solidaritas untuk membela Palestina. Hal ini disampaikan KH Abdul Wahab Chasbullah saat Muktamar NU ke-13 di Menes, Pandeglang, Banten pada 12-15 Juli 1938.

“Pertolongan-pertolongan yang telah diberikan oleh beberapa komite di tanah Indonesia ini berhubung dengan masalah Palestina, tidaklah begitu memuaskan adanya. Kemudian, guna dapat mencukupi akan adanya beberapa keperluan yang tak mungkin tentu menjadi syarat yang akan dipakai untuk turut menyatakan merasakan duka cita, sebagai perhatian dari pihak umat Islam di tanah ini,” ujar Abdul Wahab Chasbullah, seperti dikutip dari keterangan resmi PBNU yang diterima Infonawacita.com pada Sabtu (23/6/2018).

Atas keprihatinan itu, PBNU kemudian di saat itu membentuk Badan Perantara dan Penolong Kesengsaraan umat Islam di Palestina. PBNU lalu meminta anggotanya menyisihkan pendapatannya.

Info Terkait: Di Austria, Indonesia Urusi Krisis Kemanusian Yang Timpa Palestina Dan Yaman

Celengan iuran derma itu diperuntukkan yatim dan janda di Palestina. Tapi kemudian, karena Belanda yang masih menjajah, akhirnya melarang kegiatan tersebut. Salah satunya di Jember.

Pertemuan PBNU dengan Kedubes Palestina di Kantor Kedubes Palestina, Jum’at (22/6/2018). Tampak hadir KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), Dr. A. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), Robikin Emhas (Ketua PBNU), Iqbal Sulam (Ketua PBNU) dan Eman Suryaman (Ketua PBNU). Dari Kedubes Palestina: Taher Ibrahim Abdallah (Wakil Duta Besar Palestina) dan Murad Halayqa (Ketua Komunitas Palestina di Indonesia). (Foto: Istimewa)
Pertemuan PBNU dengan Kedubes Palestina di Kantor Kedubes Palestina, Jum’at (22/6/2018). Tampak hadir KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), Dr. A. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), Robikin Emhas (Ketua PBNU), Iqbal Sulam (Ketua PBNU) dan Eman Suryaman (Ketua PBNU). Dari Kedubes Palestina: Taher Ibrahim Abdallah (Wakil Duta Besar Palestina) dan Murad Halayqa (Ketua Komunitas Palestina di Indonesia). (Foto: Istimewa)

Meski demikian, komitmen ditegaskan kembali pada Muktamar ke-33 NU di Jombang pada 1-5 Agustus 2015. Saat itu dirumuskan 9 poin Muktamar.

Hal ini kembali diungkapkan saat pihak Kedutaan Besar Palestina bertemu dengan pengurus PBNU. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Kedubes Palestina, Jumat (22/6/2018) kemarin.

Pertemuan PBNU dengan Kedubes Palestina di Kantor Kedubes Palestina, Jum’at (22/6/2018). Tampak hadir KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), Dr. A. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), Robikin Emhas (Ketua PBNU), Iqbal Sulam (Ketua PBNU) dan Eman Suryaman (Ketua PBNU). Dari Kedubes Palestina: Taher Ibrahim Abdallah (Wakil Duta Besar Palestina) dan Murad Halayqa (Ketua Komunitas Palestina di Indonesia). (Foto: Istimewa)
Pertemuan PBNU dengan Kedubes Palestina di Kantor Kedubes Palestina, Jum’at (22/6/2018). Tampak hadir KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), Dr. A. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), Robikin Emhas (Ketua PBNU), Iqbal Sulam (Ketua PBNU) dan Eman Suryaman (Ketua PBNU). Dari Kedubes Palestina: Taher Ibrahim Abdallah (Wakil Duta Besar Palestina) dan Murad Halayqa (Ketua Komunitas Palestina di Indonesia). (Foto: Istimewa)
Berikut sembilan poin Muktamar ke-33 NU yakni:

Pertama, membentuk tim secara khusus untuk menangani masalah-masalah internasional, khususnya masalah Palestina, agar keterlibatan NU dalam masalah tersebut lebih berkesinambungan.

Kedua, mendorong dan menggalang dukungan secara intensif berupa diplomasi, mempererat hubungan people to people dan dukungan dana bagi perjuangan Palestina, dengan tetap berpegang teguh pada pendekatan dialog dan damai.

Ketiga, mendesak pemerintah Indonesia agar secara sistematis melakukan langkah kongkret untuk mendukung kemerdekaan Palestina, baik melalui diplomasi antar negara, memperkuat hubungan people to people maupun keterlibatan dalam pasukan keamanan internasional.

Keempat, jika Israel tetap melakukan pendudukan terhadap Palestina maka hendaknya pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas, jika perlu tidak lagi berhubungan dengan negara Israel.

Pertemuan PBNU dengan Kedubes Palestina di Kantor Kedubes Palestina, Jum’at (22/6/2018). Tampak hadir KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), Dr. A. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), Robikin Emhas (Ketua PBNU), Iqbal Sulam (Ketua PBNU) dan Eman Suryaman (Ketua PBNU). Dari Kedubes Palestina: Taher Ibrahim Abdallah (Wakil Duta Besar Palestina) dan Murad Halayqa (Ketua Komunitas Palestina di Indonesia). (Foto: Istimewa)
Pertemuan PBNU dengan Kedubes Palestina di Kantor Kedubes Palestina, Jum’at (22/6/2018). Tampak hadir KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), Dr. A. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), Robikin Emhas (Ketua PBNU), Iqbal Sulam (Ketua PBNU) dan Eman Suryaman (Ketua PBNU). Dari Kedubes Palestina: Taher Ibrahim Abdallah (Wakil Duta Besar Palestina) dan Murad Halayqa (Ketua Komunitas Palestina di Indonesia). (Foto: Istimewa)

Kelima, menghimbau agar kelompok-kelompok masyarakat di Palestina, khususnya kelompok- kelompok Muslim, untuk bersatu bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan negara Palestina dan pembebasan rakyat Palestina dari penjajahan.

Keenam, mendukung kemerdekaan Palestina. Dukungan bagi kemerdekaan rakyat dan negara Palestina tidak bisa ditangguhkan. Oleh karena itu, PBNU mendesak agar PBB segera memberikan dan mengesahkan keanggotaan negara Palestina menjadi anggota resmi PBB dan memberikan hak yang setara dengan rakyat dan negara yang merdeka manapun. PBNU juga mengimbau bagi bangsa dan negara yang cinta kepada perdamaian, tanpa penindasan dan diskriminasi, untuk mendukung bagi diakuinya negara Pelestina sebagai anggota PBB yang sah dan resmi untuk memperoleh hak yang setara dengan bangsa-bangsa merdeka yang lain.

Ketujuh, mendesak PBB untuk memberikan sanksi, baik politik maupun ekonomi, kepada Israel jika tidak bersedia mengakhiri pendudukan terhadap tanah Palestina.

Pertemuan PBNU dengan Kedubes Palestina di Kantor Kedubes Palestina, Jum’at (22/6/2018). Tampak hadir KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), Dr. A. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), Robikin Emhas (Ketua PBNU), Iqbal Sulam (Ketua PBNU) dan Eman Suryaman (Ketua PBNU). Dari Kedubes Palestina: Taher Ibrahim Abdallah (Wakil Duta Besar Palestina) dan Murad Halayqa (Ketua Komunitas Palestina di Indonesia). (Foto: Istimewa)
Pertemuan PBNU dengan Kedubes Palestina di Kantor Kedubes Palestina, Jum’at (22/6/2018). Tampak hadir KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), Dr. A. Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), Robikin Emhas (Ketua PBNU), Iqbal Sulam (Ketua PBNU) dan Eman Suryaman (Ketua PBNU). Dari Kedubes Palestina: Taher Ibrahim Abdallah (Wakil Duta Besar Palestina) dan Murad Halayqa (Ketua Komunitas Palestina di Indonesia). (Foto: Istimewa)

Kedelapan, menyerukan agar negara-negara di Timur Tengah khususnya yang mayoritas Islam untuk bersatu mendukung kemerdekaan Palestina.

Info Terkait: GP Ansor Siap Amankan Gedung PBNU Dari Aksi Front Bela Palestina

Kesembilan, mendesak agar OKI (Organisasi Kerjasama Islam) untuk secara intensif mengorganisir anggotanya untuk mendukung kemerdekaan Palestina.