5 Langkah Pemerintah Sukseskan Program Sejuta Rumah

Ilustrasi (Foto: okezone.com)

INFONAWACITA.COM – Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan rumah layak huni. Namun dalam realisasinya tak jarang harus mengalami berbagai tantangan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuljono mengatakan, sejumlah pekerjaan rumah yang dihadapi pemerintah akan terus diselesaikan. Upaya mendorong pemenuhan kebutuhan masyarakat akan rumah layak huni pun terus dilakukan demi suksesnya program. Berikut lima langkah yang dilakukan pemerintah untuk mensukseskan Program Sejuta Rumah:

Rumah layak huni. (Foto: wawasanriau.com)

Meningkatkan kualitas rumah: Menteri PUPR menyatakan, Presiden Jokowi secara langsung memerintahkan Kementerian PUPR untuk meningkatkan pengawasan bersama bank penyalur, terkait fisik kualitas rumah. Untuk itulah pemerintah menetapkan standar rumah layak huni.

 

Ilustrasi (Foto: sindonews.com)

Memperbaiki kualitas pengembang: pemerintah akan memperbaiki kualitas pengembang. Menteri PUPR Basuki mengaku telah menerima banyak laporan salah satunya terkait keterlambatan pengembang dalam membangun rumah. Kementerian PUPR mendapatkan laporan adanya pengembang yang membangun rumah padahal masyarakat sudah bayar uang muka.

 

Pengembang bisa mengajukan pembangunan infrastruktur dari pemerintah (Foto: tribunnews.com)

Membangun infrastruktur jalan: pemerintah membangun infrastruktur jalan untuk meningkatkan penyerapan rumah layak huni dan mendukung akses ke perumahan.

 

Ilustrasi (Foto: kompas.com)

Kemudahan kredit: pemerintah telah memberi kemudahan akan akses kepemilikan rumah. Kemudahan ini dalam bentuk kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi di mana, masyarakat cukup menyediakan uang muka 1 persen dan bunga 5 persen sepanjang kredit.

 

Ilustrasi (Foto: upma.vokasi.ui.ac.id)

Keringanan administrasi: pihak bank penyalur pun diminta memberikan keringanan dari segi administrasi. Bank penyalur misalnya memberikan biaya murah, contoh provisi kredit yang disampaikan di seluruh Indonesia 0,5 persen, serta biaya administrasi Rp 250.000. (AR)