5 Langkah Gadis Bekasi Menjadi Grandmaster Termuda di Indonesia

Medina Warda Aulia

INFONAWACITA – Tidak banyak yang mengenal grandmaster termuda Indonesia asal Bekasi ini. Padahal, gelar prestisius di bidang olahraga catur ini diraih Medina Warda Aulia pada umur 16 tahun 2 bulan dengan mengalahkan pecatur Rusia Lanita Stesko di kejuaraan yunior dunia di Turki pada 2013.

Lantas apa saja langkah yang ditempuh Medina, mahasiswi Universitas Indonesia ini untuk meraih gelar grandmaster sejak 2013?

Medina bercerita, mulanya kesukaannya terhadap boneka barbie dan soal-soal kerajaan. Pada suatu waktu, tanpa sengaja dia buka papan catur. Karena penasaran Medina bertanya kepada  Nur Muchlisin, ayahnya soal catur. Ayahnya lalu menjelaskan nama-nama buah catur: ada raja, perdana menteri, kuda, gajah dan lain sebagainya.

Medina tertarik. Dia pun belajar bermain catur dari ayahnya melalui teori yang dipelajari dari internet selama 3 bulan. Selanjutnya, Medina mulai bertanding catur dengan bapak-bapak di sekitar rumahnya. Kemudian diikutkan dalam kejuaraan catur daerah dan menang.

Sejak menjuarai Kejuaraan daerah catur se-Jakarta 2006, Medina telah menggondol lebih dari 20 tropi kejuaraan catur bergengsi tingkat dunia dan regional. Bakat ini kemudian ditemukan PB Persatuan Catur Seluruh Indonesia pada 2007 dan Medina ditawari untuk mengikuti program Sekolah Catur Utur Adianto, SCUA.

Langkah selanjutnya yang menjadi target Medina: menjadi grandmaster dengan umur yang lebih muda. [KG]