36 Persen Anggaran BRG untuk Perkuat Kelembagaan

lahan gambut. foto: mongabay.co.id

INFONAWACITA.COM – Badan Restorasi Gambut (BRG) menggunakan anggaran sebesar Rp152 miliar atau 36 persen dari total anggaran BRG tahun 2017.

“Dari jumlah itu sebesar Rp117 miliar digunakan untuk kegiatan infrastruktur pembasahan dan revitalisasi ekonomi dan Rp35 miliar digunakan untuk penguatan kelembagaan, kapasitas dan pemberdayaan,” kata Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG Myrna Safitri di Jakarta, Rabu (1/11).

BRG telah menggalang kerja sama dengan warga masyarakat, kelompok masyarakat sipil, dan pemerintah daerah untuk merestorasi gambut di tujuh provinsi.

Yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.

Myrna mengatakan BRG bersama kelompok masyarakat telah membangun infrastruktur pembasahan seperti sekat kanal dan sumur bor di puluhan desa.

Selain itu, BRG juga melakukan uji coba pengelolaan lahan tanpa bakar, pengembangan komoditas lokal, pengembangan usaha perikanan, peternakan dan budi daya lebah madu.

Melalui Program Desa Peduli Gambut, BRG mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakt dan penggalangan partisipasi dalam restorasi gambut di 75 desa dan kelurahan di Sumatera, Papua dan Kalimantan.

Program Desa Peduli Gambut

Terdapat 13 jenis kegiatan dalam Program Desa Peduli Gambut diantaranya dalah pemetaan sosial dan pemetaan wilayah gambut yang dikelola masyarakat, pembentukan kawasan pedesaan gambut.

Serta memfasilitasi pengembangan BUMDes, pemberdayaan hukum melalui mediator dan paralegal desa gambut, memfasilitasi akses perhutanan sosial dan reforma agraria.

BRG juga memfasilitasi pengembangan pengetahuan dan inovasi masyarakat seperti kerajinan gambut. (ANT/HG)