23 Titik Panas Masih Mengintai Kabupaten Aceh Barat

Penanganan kebakaran hutan dan lahan. (foto: kampungsultra.com)

INFONAWACITA.COM – Satelit Terra dan Aqua mendeteksi 23 titik api (hotspot) di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, akibat adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bergambut dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Meulaboh, Angga Yudha menuturkan satelit juga mendeteksi 22 titik api berada di wilayah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

“Untuk dua kabupaten itu (Aceh Barat dan Nagan Raya) ditemukan 45 titik api hingga Minggu malam atau pukul 22.00 WIB,” katanya di Nagan Raya, Senin (23/10).

Angga Yudha menjelaskan, pesebaran titik api di Kabupaten Aceh Barat terkosentarsi di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Meureubo, Johan Pahlawan, Samatiga, Kaway XVI, Arongan Lambalek, Woyla Barat, Woyla Timur dan Panton Reu.

Sementara di wilayah Kabupaten Nagan Raya ditemukan pada empat kecamatan seperti Kecamatan Kuala, Tadu Raya, Beutong dan Darul Makmur, namun hingga kini data luasan total hutan dan lahan gambut yang terbakar itu belum kongkrit.

Akibat terjadi karhutla ini, di wilayah Kabupaten Aceh Barat sudah sangat terasa dampaknya, terutama asap dari karhutla sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan di lintas Meulaboh – Banda Aceh.

Terbangan asap cukup pekat terjadi di Lintasan Desa Suak Nie, Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan hingga Desa Suak Timah Kecamatan Samatiga, asap sejak dua hari terakhir masih mengepung pemukiman penduduk setempat.

Empat Titik Panas di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi empat titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.

“Empat titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen terdeteksi di Bengkalis, Pelalawan dan Dumai,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru.

Ia merincikan, ke empat titik panas yang terpantau satelit Terra dan Aqua pada Selasa pagi ini masing-masing menyebar di Bengkalis dua titik tepatnya di Kecamatan Pinggir.

Sementara dua titik lainnya terpantau di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan dan Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai.

Dari empat titik panas tersebut ia menuturkan dua titik lainnya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.

“Dua titik api seluruhnya terpantau di Bengkalis,” ujar Slamet. (ANT/HG)