2018, Kementerian Kelautan dan Perikanan Prioritaskan Program Budidaya Ikan

Ilustrasi (Foto: alamtani.com)

INFONAWACITA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memprioritaskan program dukungan langsung bagi pelaku budidaya ikan dalam pagu indikatif APBN tahun 2018 yang mencapai Rp 944,85 miliar.

Angka ini sebagian besar diperuntukkan bagi masyarakat pelaku budidaya ikan melalui program prioritas. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, budidaya skala kecil harus distimulan agar mampu mengembangkan kapasitas usahanya. Bentuk dukungan itu, antara lain baik berupa fasilitasi kemudahan akses maupun bentuk dukungan langsung berupa input produksi.

Slamet juga juga memastikan bahwa dukungan seperti sarana produksi budidaya dan pakan mandiri telah melalui tahapan kajian yang berbasis pada penilaian kebutuhan di tingkat masyarakat. Demikian dikutip dari Gatra, akhir pekan ini.

Slamet menambahkan, KKP konsisten agar alokasi anggaran bisa langsung dirasakan masyarakat. Bukan hanya bantuan langsung, KKP juga memberikan berbagai fasilitas untuk memudahkan akses terhadap pembiayaan dan perlindungan usaha.

Slamet mencontohkan, untuk mempermudah mengakses program pembiayaan, KKP telah mendorong sertifikasi hak atas tanah pembudidaya ikan. Begitupun untuk memberikan perlindungan usaha, KKP telah meluncurkan program asuransi bagi pembudidaya ikan kecil dan merupakan skema asuransi pertama di Indonesia.

“Jadi kalau KKP dikatakan hanya bagi-bagi bantuan tanpa ada program pendukung, itu tidak benar. Khusus, dukungan seperti sarpras ini kan sifatnya hanya stimulant saja, nantinya diharapkan yang berhasil ini akan menularkan keberhasilannya kepada pembudidaya lain,” tambah Slamet.(AR)