200 Ton Sampah Pantai Kuta Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Wisatawan membawa papan surfing berjalan di antara ceceran sampah perayaan Tahun Baru 2016 di Pantai Kuta, Bali, Jumat (1/1). Budaya buang sampah sembarangan pada perayaan pergantian tahun di kawasan wisata tersebut berulang setiap tahun sehingga sangat mengganggu kenyamanan wisatawan. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala/nym/foc/16.)

INFONAWACITA.COM – Sebanyak 200 ton sampah plastik yang dikumpulkan dari Pantai Kuta akan diolah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Bali, menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis.

“Kami berencana mengolah 200 ton sampah plastik dari total 500 ton sampah yang dikumpulkan tim kami di pesisir Pantai Kuta ini untuk diolah kembali,” kata Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan, Selasa (26/12), dikutip dari Antara.

Upaya ini dilakukan untuk memilah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis, di mana dalam pengambilan sampah itu akan melibatkan “tim gojek sampah plastik” (Gotik) yang dimiliki Pemkab Badung.

Ditambahkan Eka, dari 500 ton sampah yang terkumpul terdapat sisa sampah 300 ton yang tidak bisa diolah, maka akan langsung dibawa ke TPA Suwung, Denpasar.

Pria asal Desa Sempidi, Kecamatan Mengwi ini mengatakan, menyinggung permasalahan sampah kiriman yang terjadi di Pantai Kuta, saat Tim Gotik sedang bekerja keras untuk secepatnya memilah sampah plastik yang layak daur ulang dan mana yang mesti langsung dibawa ke TPA.

“Tim Gotik kami berpacu dengan waktu, cuaca, volume sampah yang begitu besar dan padatnya wisatawan yang datang ke pantai ini,” ujarnya.

Sebelumnya, tim kebersihan DLHK juga berhasil mengumpulkan kurang lebih 300 ton sampah plastik dan botol air mineral di Pantai Jimbaran dan Pantai Kedonganan.(AR/ANT)