Yuk Mengingat Kembali 5 Pedoman Gerakan dalam Revolusi Mental Ala Jokowi

Presiden Jokowi (Foto: Setkab.go.id)

INFONAWACITA.COM – Menyambut tiga tahun pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan soal revolusi mental yang ia gagas dan disampaikan saat memulai pemerintahan pada 2014 bukanlah hanya sekadar jargon.

Presiden Jokowi dalam wawancara khususnya dengan Antara menegaskan hal tersebut. “Revolusi mental orang senangnya masih seperti dulu jargon-jargon, ndak-lah kita ini memberi contoh, apa sih yang namanya kerja keras itu apa? Yang namanya mengkontrol sebuah pekerjaan agar berkualitas seperti apa? Ini kan mengubah mindset yang kita perlukan,” kata Presiden Jokowi, Senin (16/10).

Pada 6 Desember 2016, Presiden Jokowi telah menandatangani Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental. Mengingat kembali penjabaran dari gerakan ini, berikut lima gerakan yang menjadi pedoman program Gerakan Nasional Revolusi Mental, disarikan dari laman resmi Sekretariat Kabinet:

Program Gerakan Indonesia Melayani: Program ini dijabarkan secara detil dan fokus pada kepada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara; peningkatan penegakan disiplin Aparatur Pemerintah dan Penegak Hukum; penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (e-government); dan penyempurnaan sistem manajemen kinerja (performance-based management system) Aparatur Sipil Negara.

Ilustrasi (Foto: korpri.id)

Selain itu, program ini juga fokus pada peningkatan perilaku pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan responsif; penyempurnaan peraturan perundang-undangan (deregulasi); penyederhanaan pelayanan birokrasi (debirokratisasi); peningkatan penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan publik; peningkatan penegakan hukum dan aturan di bidang pelayanan publik; serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi beserta keteladanan pimpinan.

Program Gerakan Indonesia Bersih: Gerakan ini fokus kepada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat lingkungan keluarga, satuan pendidikan, satuan kerja, dan komunitas. Kemudian peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat; pengembangan sistem pengelolaan sampah yang holistik dan terintegrasi termasuk kali bersih, sarana dan prasarana pelayanan publik; serta penyempurnaan peraturan perundang-undangan (deregulasi).

Ilustrasi (Foto: YouTube)

Program ini juga fokus pada pemberian kemudahan bagi perusahaan/swasta/lembaga yang melakukan pengelolaan sampah; mengutamakan peran serta masyarakat di dalam menunjang perilaku bersih dan sehat; dan peningkatan penegakan hukum di bidang kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Program Gerakan Indonesia Tertib: gerakan ini fokus pada peningkatan perilaku tertib penggunaan ruang publik; peningkatan perilaku tertib pengelolaan pengaduan; peningkatan perilaku tertib administrasi kependudukan; serta peningkatan perilaku tertib berlalu lintas.

Ilustrasi (Foto: pikiranrakyat.com)

Juga fokus pada peningkatan perilaku antre; peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana penunjang perilaku; peningkatan penegakan hukum perilaku tertib; serta menumbuhkan lingkungan keluarga, satuan pendidikan, satuan kerja, dan komunitas yang ramah dan bebas kekerasan.

Program Gerakan Indonesia Mandiri: gerakan ini fokus pada peningkatan perilaku yang mendukung tercapainya kemandirian bangsa dalam berbagai sektor kehidupan; peningkatan perilaku yang mendukung tercapainya pertumbuhan kewirausahaan dan ekonomi kreatif; peningkatan peran koperasi dan UMKM terhadap ekonomi nasional; serta peningkatan apresiasi seni, kreativitas karya budaya dan warisan budaya.

Ilustrasi (foto: dokumen)

Juga fokus pada peningkatan perilaku yang mendukung tercapainya pemerataan ekonomi dan pengembangan potensi daerah tertinggal; peningkatan perilaku yang mendukung penggunaan produk dan sebesar-besarnya komponen dalam negeri; peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja; peningkatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi, pangan, dan energi; peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang kemandirian di bidang ekonomi, pangan, dan energi; dan peningkatan penggunaan hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam negeri.

Selain itu fokus juga pada pemberian kemudahan bagi perseorangan atau perusahaan dalam negeri untuk mendaftarkan dan pemeliharaan Hak Kekayaan Intelektual; peningkatan internalisasi nilai-nilai persaingan usaha yang sehat; peningkatan pengakuan dan pemberian dukungan terhadap hasil karya atau prestasi anak bangsa; penyempurnaan peraturan perundang-undangan (deregulasi); serta peningkatan penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan perilaku usaha yang tidak sehat.

Program Gerakan Indonesia Bersatu: ini adalah gerakan yang fokus pada peningkatan perilaku yang mendukung kehidupan demokrasi Pancasila; peningkatan perilaku toleran dan kerukunan inter dan antar umat beragama; peningkatan perilaku yang mendukung kesadaran nasionalisme, patriotisme, dan kesetiakawanan sosial; serta peningkatan kebijakan yang mendukung persatuan dan kesatuan bangsa.

Ilustrasi (Foto: ESQ-news.com)

Selain itu juga fokus pada peningkatan perilaku yang memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap kaum minoritas, marjinal, dan berkebutuhan khusus; peningkatan dukungan terhadap inisiatif dan peran masyarakat dalam pembangunan; peningkatan perilaku kerja sama inter dan antar lembaga, komponen masyarakat dan lintas sektor; peningkatan penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa; penyelenggaraan pendidikan agama yang mengajarkan keragaman, toleransi, dan budi pekerti; serta peningkatan peran lembaga agama, keluarga, dan media publik dalam persemaian nilai-nilai budi pekerti, toleransi, dan hidup rukun.(AR)