Wamen: Pipa Gas Duri-Dumai Akan Berpengaruh Terhadap Distribusi Gas Dalam Negeri

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar berbicara saat Press Conference tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 3 November 2017. (foto: Kementerian ESDM)

INFONAWACITA.COM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar melakukan groundbreaking pembangunan pipa gas Duri-Dumai sekaligus menyaksikan penandatanganan perjanjian jual beli dan transportasi gas di Gedung Kementerian ESDM pada Senin (13/11). Nantinya proyek ini akan sangat berpengaruh terhadap distribusi gas dalam negeri.

Berbeda dengan biasanya, groundbreaking proyek kali ini memang dilakukan secara relay via video conference dengan 2 lokasi proyek di Dumai, Provinsi Riau yaitu di Kilang Refinery Unit II Dumai (Pertamina) dan di Off Take Station (OTS) Dumai (PGN), sehingga biaya bisa lebih efisien.

Arcandra menjelaskan pipa Duri-Dumai menyalurkan gas untuk Kilang Pertamina Dumai untuk memenuhi kebutuhan industri, pelabuhan, dan industri petrokimia khususnya di Riau.

“Dari sisi capex memang tidak besar sekitar 50 juta dolar AS, tapi dampaknya yang besar sangat berpengaruh terhadap distribusi gas dalam negeri khususnya di Dumai dan Riau,” kata Arcandra saat melakukan video conference dengan dua lokasi proyek di Dumai.

Pipa Duri-Dumai akan menyalurkan gas untuk Kilang Pertamina Dumai, kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, dan industri petrokimia dalam rangka mendorong nilai tambah ekonomi daerah, nasional serta daya saing industri.

Gas yang disalurkan ke Kilang Dumai digunakan untuk konversi bahan bakar dari fuel oil menjadi gas sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan produksi kilang, dengan kebutuhan gas sebesar 57 juta standard cubic feet per day (MMSCFD) dan meningkat bertahap hingga 120 MMSCFD.

Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan sebesar US$ 52,2 juta dan menyerap tenaga kerja hingga 400 orang pada masa konstruksi. Proyek ditargetkan selesai paling cepat 11 bulan, sehingga bulan Oktober 2018 diharapkan sudah bisa beroperasi.

Selain groundbreaking tersebut, Wakil Menteri ESDM juga menyaksikan penyerahan dokumen pengalihan pengelolaan lapangan Jambaran Tiung Biru dari ExxonMobil ke Pertamina EP Cepu dan penandatanganan perjanjian jual beli dan transportasi gas. (DS/yi)