Walk Out, Cara Ananda Sukarlan Bersikap terhadap Anies Baswedan

Ananda Sukarlan (foto: MI/Atet Dwi Pramadia)

INFONAWACITA.COM – Penolakan terhadap kepemimpinan Anies Baswedan di DKI Jakarta terjadi. Kali ini muncul dari Ananda Sukarlan dan sejumlah alumnus Kolese Kanisius di Jakarta, Minggu (12/11).

Peristiwa itu terjadi saat Anies berpidato di acara Peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius. Tak lama setelah Anies mulai berkata-kata, Ananda Sukarlan berdiri dari kursi VIP-nya dan walk out menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap pidato itu.

Seperti dalam pernyataan pers dari sejumlah alumni Kolese Kanisius yang sampai ke redaksi Infonawacita.com, pidato Anies disambut dingin oleh ribuan alumnus yang datang.

Setelah berpidato, Anies meninggalkan tempat. Tak lama, Ananda Sukarlan dan mereka yang walk out pun kembali ke dalam ruangan acara.

Ananda Sukarlan adalah salah satu alumni yang terpilih untuk menerima Penghargaan Kanisius. Selain sosok komponis dan pianis itu, ada pula Derianto Kusuma (pendiri Traveloka), Romo Magnis Suseno (tokoh Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka), dan Dr. Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma).

Saat penghargaan diberikan kepada Ananda, ia mendapat kesempatan berpidato. Ia mengucapkan terima kasih dan mengkritik panitia penyelenggara.

“Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan”, katanya.

Ananda akui walk out

Ananda membenarkan dirinya melakukan walk out. “Ya, saya memang walk out di tengah pidato (Anies baswedan),” katanya, dikutip dari Kompas.com, Senin (13/11/2017).

Ananda menyatakan, dirinya walk out karena sosok Anies yang diundang di acara itu dinilai tak mencerminkan nilai-nilia ajaran Kanisius.

“Saya mengkiritik panitia bahwa mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Kanisius. Namun, saya tidak menyebut nama Pak Anies,” ujar Ananda seraya menyatakan bahwa walk out itu merupakan sikap pribadinya.

Pidao Anies seusai dilantik sebagai Gubernur DKI yang menyinggung masalah pribumi dan non-pribumi adalah pemicu walk out Ananda.

“Waktu kami datang ke sana, kami kaget, kok, ada Pak Anies. Terus kami pikir, kenapa, sih (diundang). Karena nilai-nilai Pak Anies enggak sesuai dengan yang diajarkan Kanisius, terutama tentang perbedaan, pribumi, dan non-pribumi,” ujar Ananda.

“Saya itu Islam dan waktu itu saya enggak ada masalah sekali dengan teman-teman yang Katolik. Menurut Pak Anies, non-pribumi, saya enggak tahu apa sih pribumi dan non-pribumi itu. Saya orang Jawa, Islam, dan saya bergaul dengan sangat baik dengan teman-teman saya sampai sekarang,” tegas komposer yang dikenal di kalangan pemusik klasik ini. (*)