Tali Penggantung Belum Datang, Pengerjaan Jembatan Bengawan Solo Molor

foto: detakpos.com

INFONAWACITA.COM – Pembangunan jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Kota-Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, molor selama 15 dari jadwal berakhirnya kontrak disebabkan menunggu kedatangan tali penggantung jembatan dari China.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Pemkab Bojonegoro Andi Tjandra, di Bojonegoro, Jumat, menjelaskan ada perpanjangan jadwal berakhirnya pembangunan jembatan Bengawan Solo sesuai kontrak pada akhir Desember, ditambah selama 15 hari.

Perpanjangan pembangunan jembatan itu, lanjut dia, juga faktor dalam pelaksanaannya mengalami hambatan terganggu kenaikan air sungai terpanjang di Jawa beberapa kali.

“Adanya perpanjangan waktu pelaksanaan pembangunan jembatan selama 15 hari tidak menyalahi kontrak, sebab adanya perpanjangan akibat “force majeure”,” kata dia menjelaskan.

Ia menyebutkan tali penggantung jembatan memiliki ketinggian 26 meter yang akan menjadi penggantung jembatan sepanjang 145 meter dengan lebar 9,75 meter model lengkung “girder” berbahan baja.

“Perkiraan tali penggantung jembatan dari China sampai Bojonegoro akhir November,” ucapnya menambahkan.

Saat ini, lanjut dia, kontraktor mulai memasang gelagar jembatan baik di sisi Kecamatan Trucuk maupun di Kecamatan Kota.

Pemasangan gelagar di bagian sisi Kecamatan Trucuk sempat terhambat disebabkan ada peralatan berat ‘crane” terguling masuk Bengawan Solo.

Uji Coba Teknis

Menurut dia, jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Trucuk-Kota itu sebelum dimanfaatkan untuk umum akan dilakukan uji coba secara teknis oleh Dirjen Bina Marga Bidang Jembatan Kementerian PU terkait kemampuannya.

Meskipun belum dilakukan uji teknis, lanjut dia, jembatan sudah bisa dimanfaatkan untuk dilewati kendaraan roda empat ringan, kecuali truk berat tronton.

“Uji coba teknis untuk mengetahui kekuatan dan keamanan jembatan akan dilaksanakan berkisar Januari-Pebruari,” ucapnya menambahkan.

Dari data yang diperoleh menyebutkan jembatan Bengawan Solo Kota-Trucuk dengan kontraktor PT Bintang Sembilan Indah Malang dibangun dalam dua tahap sejak Pebruari 2016.

Untuk tahap pertama pekerjaannya yaitu pembangunan pondasi jembatan juga pekerjaan lainnya menelan biaya Rp25 miliar dari APBD 2016 dan Rp58 miliar dari APBD 2017. Pembangunan jembatan Bengawan Solo dengan panjang 145 meter, lebar 9,75 meter model lengkung “grider” berbahan baja. (ANT/HG)