Suu Kyi Jawab Harapan Presiden Jokowi Terhadap Krisis Kemanusiaan Rohingya

INFONAWACITA.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan ada tiga poin yang disampaikan Ang San Suu Kyi, terkait dengan tindakan yang sudah dilakukan pemerintah Myanmar terhadap krisis kemanusiaan yang tengah dialami negaranya.

Hal ini usai Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menyinggung krisis kemanusiaan yang dialami warga Rohingya di Rakhine State Myanmar di Pleno KTT ASEAN ke-31.

“Ada tiga poin yang disampaikan Suu Kyi, termasuk diantaranya mengenai kesiapan Myanmar melaksanakan repatriasi pengungsi Rakhine segera setelah MoU dengan pemerintah Bangladesh ditandatangani,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi seperti dilansir dari Setkab.go.id di Jakarta,  Selasa (14/11).

Pertama, ‎implementasi inisiatif mantan Sekjen PBB Kofi Anan sudah mulai berjalan dan dijalankan oleh Komite Khusus yang diketuai oleh Menteri Sosial Myanmar.

Kedua, mengenai masalah humanitarian acces, Suu Kyi menyampaikan apresiasi kepada negara-negara anggota ASEAN yang sudah memberikan bantuan dan juga kepada AHA Center.

Suu Kyi mengatakan, dalam beberapa minggu ke depan akan ada call lagi untuk bantuan, terutama bantuan yang sifatnya lebih untuk jangka menengah dan panjang.

“Jadi kita akan tunggu permintaan Myanmar, kebutuhan apa untuk membangun Rakhine,” ujar Menlu.

Ketiga, ‎mengenai orang-orang yang akan kembali ke Myanmar, Suu Kyi mengatakan, mengenai pentingnya segera diselesaikan MoU repatriasi dengan Bangladesh.

“Janji pemerintah Myanmar, 3 minggu setelah MoU ditandatangani maka akan diimplementasikan,” ungkap Menlu.

Retno mengemukakan, Indonesia akan mencoba untuk berkomunikasi dengan Bangladesh dan pihak-pihak yang lain agar draf MoU ini bisa segera diselesaikan.

Menlu menjelaskan, draft MoU saat ini sudah berada di Bangladesh, dan‎ ia mengaku sudah berbicara dengan menteri negara di Bangladesh yang mengurus masalah ini.

Ajakan Presiden Joko Widodo

Seperti diketahui dalam forum Pleno KTT ASEAN ke-31 yang dilakukan di Manila, Filipina, Presiden Jokowi mengajak negara-negara ASEAN untuk memperhatikan krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.

Presiden Jokowi meminta agar negara-negara ASEAN tidak berdiam diri dan menutup mata dari krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Myanmar.

Menurut Menlu, Presiden Jokowi adalah pemimpin ASEAN pertama yang menyampaikan isu soal penyelesaian Rakhine State, baik pada saat KTT ASEAN maupun saat bertemu dengan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guitteres. (DS/HG)