Soft Launching Stadion Renang Senayan, Basuki Langsung Berenang

Menteri PUPR basuki Hadimuljono mencoba venue renang untuk Asian Games. foto: pu.go.id

INFONAWACITA.COM – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono soft launching Stadion Renang Gelora Bung Karno (GBK) sebagai tanda selesainya pekerjaan renovasi yang dilakukan sejak bulan Agustus 2016.

“Renovasi venue olahraga ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Sehingga kualitasnya harus dicek. Apabila ada satu saja yang jelek, maka bisa dianggap nanti jelek semua kualitasnya. Saya minta pengecekan secara detail, bukan pengujian secara acak,” tegas Basuki seperti dikutip melalui laman pu.go.id di Jakarta, Senin (13/11)

Tak hanya memeriksa hasil pekerjaan, Menteri Basuki bersama pejabat tinggi madya lainnya berenang di kolam yang akan digunakan sebagai arena pertandingan pada Asian Games XVIII yang akan dimulai penyelenggaraannya pada 18 Agustus 2018.

Venue olahraga ini juga siap untuk digunakan pada test event yang akan digelar pada bulan Februari 2018.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya melakukan renovasi arena renang GBK dengan membuat empat kolam yakni Kolam Utama untuk pertandingan (51,20 m x 25 m x 3 m), Kolam Polo Air (50 m x 25 m x 3 m), Kolam Loncat Indah (21 m x 25 m x 5 m) dan Kolam Pemanasan (20 m x 50 m x 1,4-2 m).

Stadion ini juga dilengkapi dengan 8.000 kursi penonton termasuk tribun teleskopik, ruang pers dan broadcasting serta ruangan pendukung lainnya.

Konsep Stadion Renang GBK sebagian tertutup dimana bagian yang dibiarkan terbuka bertujuan dapat mencegah terjadinya karat akibat penguapan klorin dari kolam renang sekaligus mendapatkan lansekap yang indah.

Konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor PT. Waskita Karya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp 274 miliar.

Penuhi Syarat FINA

Pada bulan Oktober 2017 lalu, arena ini sudah dilakukan verifikasi oleh Independen Surveyor dan Perwakilan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) dimana hasilnya dianggap telah memenuhi persyaratan tertinggi dari Federasi Renang Dunia (FINA) dan hasil verifikasi tersebut sudah dibawa ke FINA untuk mendapatkan sertifikasinya.

Perlu diketahui bahwa stadion renang GBK merupakan salah satu dari 6 bangunan cagar budaya di GBK.

Proses renovasi yang dilakukan juga telah memenuhi kaidah-kaidah pelestarian bangunan cagar budaya. (HG)