Rhenald Kasali: Kerja Sama dengan Pihak Asing Bukan Berarti Jual Aset Negara

Rhenald Kasali (foto: thepresidentpostindonesia.com)

INFONAWACITA.COM – Pengamat Ekonomi Rhenald Kasali mengatakan sejumlah proyek infrastruktur yang tengah dalam proses dikerjasamakan dengan pihak asing bukan berarti dijual.

Rhenald dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (21/11), dikutip dari Antara, menilai bahwa pelibatan pihak asing baik swasta maupun pemerintah langsung dalam proyek pembangunan sejumlah bandara dan pelabuhan di tanah air bukan berarti menjual bandara atau pelabuhan ke pihak asing.

Dijelaskannya, banyak alasan positif yang melatarbelakanginya. Rhenald menyebutkan antara lain ini merupakan sinergi pemerintah dan swasta karena kerja sama yang dimaksud bukan hanya dengan asing tapi juga swasta nasional.

“Dalam sebuah kerja sama bisnis, ini merupakan hal yang sangat biasa. Sederhana saja, asing bawa modal, SDM, dan teknologi yang nantinya akan terjadi transfer teknologi dan kemampuan yang manfaatnya besar sekali bagi kita,” katanya.

Kompetitif untuk investasi

Pada penjelasannya itu Rhenald menambahkan saat ini banyak proyek bandara dan pelabuhan yang dilihat dari kaca mata bisnis sangat kompetitif untuk investasi. Misalnya saja Bandara Soekarno-Hatta yang pertumbuhannya terus melesat.

Kini banyak kedatangan pihak swasta asing yang menawarkan kerja sama karena mereka tertarik dengan sejumlah peluang bisnis di Soekarno-Hatta.

“Kan Soekarno-Hatta akan diperluas, swasta banyak yang tertarik. Itu baru Soekarno-Hatta, belum Kuala Namu yang memiliki koneksi ke kawasan KEK Sei Semangke, jalur tol baru Medan-Tebingtinggi, dan Pelabuhan Kuala Tanjung. Ini baru di lingkup AP 2, belum di BUMN-BUMN lain,” kata Rhenald menegaskan. (*)