Presiden Jokowi Diminta Atasi Polemik Penutupan Gereja

Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Bogor dan HKBP Filadelfia, Bekasi‎ menunaikan ibadah minggu di depan Istana Merdeka, Jakarta pada Minggu (12/11) (Foto: Kompas.com)

INFONAWACITA.COM – Juru bicara Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bona Sigalingging meminta negara dapat berlaku adil dalam polemik pencabutan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dua gereja akibat adanya tekanan aksi intoleransi.

“Demi perlakuan yang sama terhadap warga negara sesuai UUD 1945, kami berharap Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) yang langsung mendorong dua gereja segera dibuka,” kata Bona seperti dikutip dari Kompas.com pada Minggu (12/11).

Seperti diketahui Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Bogor dan HKBP Filadelfia, Bekasi‎ dicabut izin pendirian pembangunannya oleh pemerintah daerah. Padahal sebelumnya kedua gereja ini telah mendapatkan IMB.

Akhirnya hari ini, para jemaat kedua gereja itu pun menggelar ibadah Minggu yang ke-156 di seberang Istana Merdeka. Hadir sebagai pengkhotbah yaitu Pendeta Pelangi Kurnia Putri dari GKI Klaten.

Bona mengapresiasi bahwa beberapa waktu lalu negara telah mengakui hak-hak sipil warga penghayat kepercayaan. Bona melihat, keputusan Mahkamah Konstitusi itu sebenarnya menunjukkan bahwa tak sulit untuk memberikan layanan administrasi kepada semua warga negara.

“Enggak harus dong ditanya dulu agamanya apa. Kalau agama X kami layani, kalau bukan enggak kami layani,” ujar dia.

Namun, dia menanyakan mengapa dalam kasus GKI Yasmin ini, negara tampak kesulitan memberikan hak-hak kepada warga negaranya untuk beribadah sesuai keyakinan. Apalagi, segala perizinan dinyatakan legal.

Maka dari itu ia pun meminta pemerintah juga bisa berlaku adil pada jemaat kedua gereja tersebut. Dimana hak-hak beribadah warga negara bisa terjamin.

“Ini kan juga masalah administrasi negara sebetulnya. Izin kami ada. Jadi bukan gereja liar yang tidak punya izin lalu mendapat kesulitan. Kami punya izin sejak 2006, tapi kemudian dibekukan dan dicabut,” ucap Bona.

Ia meyakini izin GKI Yasmin dicabut lantaran ada tekanan dari kelompok intoleran, di antaranya dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) cabang Bogor Raya.

Bukan pertama kalinya jemaat kedua gereja ini melangsungkan ibadah di depan Istana Merdeka. Pada natal tahun lalu mereka juga melaksanakan ibadah di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. (*/DS/yi)