Presiden Dalam Sepekan: Hajatan Berjalan Lancar, Kerja Jalan Terus

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana (Foto: Setpres)

INFONAWACITA.COM – Satu pekan terakhir kemarin menjadi salah satu hari-hari penting dalam hidup Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena Presiden menikahkan putri semata wayangnya, Kahiyang Ayu dengan pemuda Medan, Bobby Nasution. Namun, meskipun sibuk mempersiapkan hajatan putrinya, Presiden tak ambil cuti dan tetap melaksanakan kewajibannya sebagai Kepala Negara.

Mengawali awal pekan, Senin (6/11), Presiden Jokowi bertolak menuju ke Madiun untuk meninjau kawasan perhutanan sosial yang ada di Desa Dungus. Kawasan tersebut merupakan titik terakhir dari putaran pertama peninjauan perhutanan sosial yang dilakukan oleh Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga memberikan izin pemanfaatan hutan melalui surat keputusan (SK) Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) serta SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) sebanyak 2.890,65 hektare kepada 1.662 kepala keluarga (KK).

Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan kawasan perhutanan sosial yang ada di Desa Dungus, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, Senin, 6 November 2017. (foto: Biro Pers Setpres)

Presiden menyatakan, pemerintah terus menunjukkan komitmennya mewujudkan pemerataan ekonomi melalui reforma agraria. Salah satunya adalah dengan menetapkan target penerbitan sertifikat di setiap daerah di seluruh Tanah Air.

Keesokan harinya, Selasa (7/11) pagi, Presiden Jokowi mengikuti prosesi pernikahan putrinya, yang diawali dengan acara siraman, di kediaman pribadi di Solo.

Presiden Jokowi melakukan prosesi pemasangan bleketepe untuk pernikahan Kahiyang Ayu> Sebelumnya Presiden mengikuti acara sungkeman (Foto: tribunnews.com)

Setelah rangkaian acara siraman rampung, Presiden bertolak ke Sragen untuk menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah yang digelar di Stadion Taruna, Sragen.

Dalam kesempatan itu Presiden mengingatkan masyarakat agar mengkalkulasi dengan cermat sebelum mengagunkan sertifikat tersebut. “Kalau mau pinjam dihitung dulu bisa mengembalikan tidak? Dihitung betul, dikalkulasi betul, kalau ndak jangan pinjam,” pesan Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara juga mengingatkan agar pinjaman tersebut hanya digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif dan bermanfaat dalam mengembangkan usaha.

Rampung melaksanakan kewajiban sebagai Kepala Negara, Presiden Jokowi kembali ke Solo untuk mengikuti rangkaian pernikahan Kahiyang Ayu. Selasa malam itu digelar acara midodareni.

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada prosesi “seserahan” pernikahan putrinya Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, di Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/11) malam (ANTARA FOTO/R. Rekotomo/foc/17.)

Dalam kesempatan itu Presiden Joko Widodo beserta keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Solo apabila merasa terganggu akibat perhelatan acara pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution.

Hari besar yang dinanti tiba. Rabu (8/11) pagi, Presiden Jokowi menikahkah putrinya Kahiyang Ayu dengan pemuda Medan, Bobby Nasution. Sebelum akad nikah, digelar kirab dari kediaman pribadi menuju ke Gedung Grha Sabha Buana yang menjadi lokasi akad, sementara Bobby sekeluarga dikirab dari Alila Hotel menuju lokasi yang sama.

Pengantin perempuan, Kahiyang Ayu, serta kedua orangtuanya yaitu Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi saat kirab Rabu (8/11) pagi. (Foto: kapanlagi.com)

Sepanjang perjalanan kirab, masyarakat Solo mengelu-elukan Kepala Negara dan mempelai. Sementara itu akad nikah berlangsung dengan khidmat dan lancar. Penuh kesederhanaan namun dihadiri ribuan orang, termasuk para relawan pro Jokowi dari berbagai kota.

Presiden Jokowi menikahkan putrinya, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin saat ijab kabul di Gedung Grha Sabha, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11). (Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya/aww/17.)

Resepsi pernikahan hari yang sama juga dihadiri ribuan orang dan banyak sekali tokoh-tokoh nasional, pesohor, artis, dan masyarakat umum. Banyak tokoh mengagumi kesederhanaan acara. Konsep budaya Jawa dan kebhinnekaan juga mendapatkan pujian.

Penganugerahan Gelar Pahlawan

Usai menyelesaikan kewajibannya menikahkan putrinya, Kamis (9/11), Presiden Jokowi tanpa mengambil jeda langsung bekerja dan kembali ke Jakarta, untuk memimpin upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017 di Istana Negara Jakarta.

Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada empat tokoh yang telah ditentukan berdasarkan pedoman yang ada. Penganugerahan gelar tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan hari Pahlawan tahun 2017.

Presiden Jokowi diikuti Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan ucapan selamat kepada ahli waris penerima anugerak gelar Pahlawan Nasional, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/11) siang. (Foto: Humas Setkab)

Keempat tokoh dimaksud ialah Tuan Guru K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati dari Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan Prof. Drs. H. Lafran Pane asal Yogyakarta.

Usai kegiatan penganugerahan gelar Pahlwan Nasional, Presiden Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-Sook di Istana Kepresidenan Bogor.

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Jokowi menyambut baik peningkatan status kemitraan antara Indonesia dengan Korea Selatan menjadi Special Strategic Partnership dengan penekanan pada akselerasi sektor industri di Indonesia.

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana menyambut Presiden Moon Jae-In dan Istri di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/11) sore. (Foto: Humas Setkab/Oji)

“Kita menyambut baik peningkatan investasi Korea Selatan hampir dua kali lipat pada semester I tahun 2017,” kata Presiden Jokowi.

Di bidang perdagangan, Presiden Jokowi mengatakan akan terus meningkatkan nilai transaksi perdagangan, meskipun pada semester I tahun 2017 ini telah meningkat sebesar 19,3 persen.

Sedangkan di sektor industri kreatif, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kerja sama yang ia inisiasi pada saat kunjungannya ke Korea Selatan pada tahun 2016 lalu, kini sudah ditindaklanjuti.

“Kerja sama industri kreatif yang saya bahas dalam kunjungan saya ke Korea Selatan tahun 2016, juga telah ditindaklanjuti antara lain dengan telah dibukanya Korean Creative Content Agency (KOCCA), di Jakarta, Oktober 2016,” ungkap Presiden.

Kepada Presiden Moon, Presiden Jokowi secara khusus juga meminta perhatian terhadap perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, terutama yang bekerja di sektor perikanan. Di akhir keterangannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa isu terkait perkembangan di Semenanjung Korea turut dibahas dalam pertemuan bilateral kedua negara. Presiden Jokowi mendesak agar Korea Utara dapat mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB terkait program nuklirnya.

Sementara itu, Presiden Moon yakin kerja sama dan hubungan bilateral kedua negara akan tumbuh dengan baik. Apalagi kedua Kepala Negara memiliki fokus yang sama dalam menjalankan tugas pemerintahan, yakni mengutamakan rakyat dan mengembangkan ekonomi yang bersifat toleran.

Sebagai penutup, Presiden Moon mengundang Presiden Jokowi untuk berkunjung ke Korea Selatan tahun depan. Presiden Jokowi malamnya juga mengajak Presiden Moon blusukan ke mall di Bogor.

Pesawat Karya Anak Bangsa

Jumat (10/11) pagi, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Presiden Jokowi memimpin upacara untuk memperingati Hari Pahlawan tahun 2017. Upacara digelar di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta. Setelah itu, Presiden meletakkan karangan bunga dan di penghujung upacara tersebut.

Presiden Jokowi saat meresmikan Nama Pesawat Terbang N219 di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (10/11) pagi. (Foto: Humas Setkab/Jay)

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Presiden Jokowi juga memberikan nama bagi pesawat karya anak bangsa, yaitu pesawat N-219. Presiden memberi nama N-219 Nurtanio. Ini adalah pesawat hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tersebut.

Nama tersebut diambil dari salah seorang patriot bangsa sekaligus perintis pembuatan pesawat terbang di Tanah Air sejak 1946. Saat memberikan sambutan, Presiden sempat mengutip ucapan dari Nurtanio semasa hidupnya yang menurutnya patut dihayati oleh semua pihak.

“Sudah, kita tidak usah ribut-ribut. Yang penting kerja!” tuturnya menirukan.
Lahirnya pesawat “Nurtanio” ini seolah menandai hasil kerja putra-putri bangsa yang meneruskan bakti Nurtanio di dunia penerbangan.

“Ini akan terus dilanjutkan hingga generasi anak-anak kita nanti,” sambungnya.
Mengutip siaran pers PTDI, pesawat Nurtanio ini dirancang secara khusus untuk dapat menjangkau daerah pegunungan dan terpencil seperti di Papua.

Pesawat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk membuka konektivitas bagi daerah-daerah terpencil sehingga disparitas harga yang masih terjadi di daerah-daerah tersebut dapat ditangani.

Hadiri KTT APEC

Pada hari Jumat itu Presiden Jokowi juga langsung bertolak ke Vietnam untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) yang digelar di Kota Da Nang.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana dan rombongan mendarat di Da Nang International Airport, Vietnam pukul 14.10 waktu setempat (WS) dan tiba di Furama Resort, Viet Nam, Jumat (10/11) pukul 14.30 aktu setempat. (foto: Setkab)

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo dan sejumlah pejabat lainnya.

Sedangkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong sudah lebih dulu tiba di Da Nang.

Sabtu (11/11), Presiden Jokowi mengawali kegiatan hari kedua di Da nang, Vietnam dengan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull di Furama Resort Da Nang.

PM Australia Malcolm Turnbull dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral di Vietnam, Sabtu, 11 November 2017. (foto: Biro Pers Setpres)

Usai pertemuan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan kepada para jurnalis bawa PM Turnbull selalu ingin bertemu dengan Presiden Jokowi di dalam setiap pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dihadiri keduanya, baik KTT APEC maupun KTT G20.

“Ini menunjukkan hubungan yang sangat erat dan sangat akrab kedua negara,” ucap Pramono. Dalam pertemuan tersebut PM Turnbull meminta Indonesia berperan aktif mengatasi konflik di Rakhine State, Myanmar.

Sementara itu, Presiden Jokowi meminta kepada PM Turnbull agar pemerintah Australia turut serta memulihkan kota Marawi setelah dilanda peperangan.

Berikutnya, Presiden Jokowi menghadiri sesi pertama Pertemuan Ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC di Da Nang, Vietnam, Sabtu. Sesi tersebut mengusung tema “Innovative Growth, Inclusion, and Suistainable Employment in The Digital Age”.

The 25th APEC Economic Leader’s Meeting di Da Nang, Vietnam, 11 November 2017. (foto: Biro Pers Setpres)

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi yang menjadi pembicara kelima setelah Presiden Vietnam Tran Dai Quang selaku tuan rumah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Kanada Justin Trudeau.

Presiden menyatakan bahwa Indonesia berpotensi menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 mendatang. Mengingat saat ini terdapat 132,7 juta pengguna internet dan 92 juta pengguna gawai di seluruh Tanah Air.

Potensi tersebut diyakini Presiden Jokowi dapat mendatangkan kesempatan baru bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pola bisnis sebelumnya dan usaha kecil menengah (UKM).

Meski demikian, ia mengajak seluruh pemimpin negara untuk tetap waspada menghadapi perubahan digital ekonomi yang sangat cepat. Menurutnya, digital ekonomi tidak hanya menciptakan innovative growth namun juga membawa dampak disruptif terhadap kondisi yang sudah mapan sebelumnya.

Indonesia juga mendorong APEC memastikan digital ekonomi berjalan sesuai dengan harapan. “Saya mendorong APEC untuk turut memastikan bahwa digital ekonomi mendatangkan keuntungan bagi rakyat dan meningkatkan inklusivitas,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan tiga pesan utama saat menghadiri Pertemuan Ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC di Da Nang, Vietnam pada Sabtu.

Dalam sesi Working Lunch yang mengusung tema “Fostering A Shared Future”, Presiden Jokowi menekankan pentingnya pembangunan inklusif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum.

Hal ini dikarenakan data menunjukkan terjadinya peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di APEC, namun kemajuan pembangunan masih belum merata. Selain itu, proses globalisasi yang saat ini terjadi juga menghasilkan ketimpangan pendapatan kronis akibat manfaat globalisasi yang tidak merata.

“Apabila tidak diperbaiki maka situasi tersebut akan menyebabkan suburnya pemikiran dan gerakan proteksionisme serta anti-globalisasi yang meluas,” ujar Presiden Jokowi.

Kedua, Presiden Jokowi juga mendorong APEC untuk segera menyelesaikan agenda Bogor Goals yang belum tuntas (unfinished business). Mengingat selama 23 tahun “Bogor Goals” telah menjadi kekuatan pendorong kerja sama APEC.

“Bogor Goals mencerminkan pentingnya perdagangan dan investasi bebas serta terbuka dan juga perwujudan pertumbuhan ekonomi serta kemakmuran rakyat,” tutur Presiden.

Terakhir, Presiden Jokowi mengajak seluruh anggota APEC memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi dalam visi pasca 2020. Sejumlah langkah antisipatif dan adaptif harus dilakukan APEC guna mengurangi jurang ketimpangan pembangunan.(AR)