Polres Tanjungbalai Gagalkan Aksi Human Trafficking Berkedok TKI

ilustrasi (Foto: sinarkeadilan.com)

INFONAWACITA.COM – Aparat Polres Tanjungbalai menggagalkan aksi perdagangan orang (human trafficking) yang dilakukan dengan kedok pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Dikutip dari Antara, Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono di Tanjungbalai, Selasa (26/9) mengatakan, personel polisi di Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Teluk Nibung curiga terhadap seorang laki-laki yang diduga agen TKI ilegal karena selalu mendampingi empat orang calon penumpang kapal cepat tujuan Malaysia.

Kemudian petugas menghampiri target beserta empat orang calon penumpang tersebut dan memboyongnya ke Polsek Teluk Nibung untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan terhadap mereka, laki-laki yang dicurigai sebagai agen TKI ilegal tersebut bernama Adian Supriadi warga Jalan Lugu Lingkungan III Sendang Rejo, Kabupaten Langkat.

“Saat petugas Polsek Teluk Nibung menginterogasi keempat penumpang, terungkap bahwa mereka dijanjikan akan diperkerjakan sebagai TKI di Malaysia oleh Adian Supriadi,” ujar Tri Setyadi.

Menurut Kapolres, sesuai pengakuan para calon TKI ilegal itu mereka dijanjikan diperkerjakan di sektor restoran dan perkebunan di Malaysia oleh tersangka (Adian Supriadi) dengan syarat mereka harus membayar biaya administrasi kepada agen tersebut, seperti pengurusan paspor dan tiket pemberangkatan sebesar Rp 3,5 hingga Rp 4 juta sesuai dengan jenis pekerjaan.

Karena desakan ekonomi dan tergiur iming-iming dari tersangka, para calon TKI ini pun menyanggupi dan membayar biaya yang diminta tersangka.

Sementara itu, kepada petugas tersangka mengakui bahwa dalam merekrut calon TKI ilegal ini dirinya tidak sendirian, tetapi berkerja sama dengan seseorang wanita bernama Evi (agen) yang berada di Malaysia.

Agen di Malaysia itu menjanjikan tersangka upah sebesar RM 1.500 atau sekitar Rp 4,5 juta per orang apabila berhasil mengirim calon TKI tersebut.

“Adian Supriadi dinyatakan sebagai tersangka human trafficking atau penjualan orang dan dilakukan penahanan untuk menyidikan lebih lanjut,” kata Kapolres.(AR)