Penjualan Pesawat N219 Sasar Pasar Amerika Selatan

Dua Pilot uji, Esther Gayatri Saleh (kanan) dan Ahmad Ervan (kiri) menaiki pesawat N219 usai acara Syukuran Pencapaian Tahap Validasi Rekayasa Rancang Bangun Struktur N219 di hanggar PT Dirgantara Indonesia (DI), Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/11). Pesawat N219 yang berkapasitas 19 penumpang tersebut telah selesai dikembangkan oleh PT DI kerjasama dengan LAPAN dan siap diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang direncanakan terbang perdana pada tahun 2016. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nz/15

INFONAWACITA.COM – Pemerintah mulai menyasar pasar Amerika Selatan untuk menjual pesawat N219 produksi PT (Persero) Dirgantara Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan penetrasi pasar dimulai dari Meksiko, kemudian akan terus menyebar ke Guatemala, El Salvador dan Belize.

“Setelah Meksiko, akan dibuat penetrasi pasar ke Guatemala, El Salvador dan Belize,” katanya di Jakarta, Rabu (15/11).

Namun, dia menjelaskan sebelum transaksi jual-beli pesawat berlangsung, antarnegara harus melakukan perjanjian terlebih dahulu.

Sebelum industri bisa jalan, terlebih dahulu ada perjanjian antarpemerintah) yang akan menjual dan membeli, katanya.

Dia mengatakan pemerintah Indonesia dan Pemerintah Mexico sudah sepakat kerja sama sektor penerbangan antarkedua negara melalui proses penandatanganan Bilateral Airworthines Agreement antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan Directorate General of Civil Aeronautics Republic Mexico.

Forum Konsultasi Bilateral ke-6

Perjanjian kerjasama tersebut disampaikan pada acara Forum Konsultasi Bilateral ke-6 Indonesia-Mexico yang diselenggarakan di Mexico tanggal 10-12 November.

Perjanjian kerja sama tersebut terkait dengan Perjanjian Layanan Udara antara Pemerintah RI dan Meksiko, dimana kedua belah pihak menjadi bagian dari Konvensi Penerbangan Sipil Internasional yang dibuka dan ditandatangani di Chicago pada Tanggal 7 Desember 1944.

Selain itu, kerjasama tersebut juga berisikan untuk saling mempromosikan layanan udara internasional dan untuk membangun layanan terjadwal antara masing-masing wilayah serta memastikan tingkat keselamatan dan keamanan tertinggi dalam layanan udara internasional.

“Mexico adalah mitra penerbangan bilateral yang penting bagi Indonesia. Untuk itu, sangat perlu melakukan kerjasama pengakuan sistem kelaikudaraan antar kedua negara ini, agar hubungan kita lebih baik lagi dan menguntungkan kedua negara di masa mendatang,” ujar Agus.

Menurut Agus, ada potensi bagus bagi Indonesia untuk menjadikan Mexico dan negara-negara sekitarnya sebagai pasar penerbangan, salah satunya adalah untuk penjualan pesawat N219 produksi PT. Dirgantara Indonesia kepada Promotora Aerospacial El Paso (PAEP) Mexico .

PAEP yang merupakan perusahaan Mexico bekerjasama dengan Pemerintah Negara Bagian Chihuahua untuk mengembangkan regional airline untuk menghubungkan kota-kota diseantero Meksiko dan Amerika Serikat.

Menurut Agus, pesawat N219 yang pesawat ujinya resmi diberi nama Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo merupakan produk penerbangan unggulan Indonesia yang sedang dipasarkan ke manca negara. (ANT/HG)