Pencapaian Tak Sederhana dari Sosok yang Bersahaja

Novi Wahyuningsih menunjukkan aplikasi Callind buatannya. (foto: Sindonews)

INFONAWACITA.COM – Usianya masih terbilang muda, 25 tahun. Sekilas juga dari penampilannya, Novi Wahyuningsih namanya, terlihat biasa saja. Keramahan sikapnya seolah menunjukkan wanita asal Kebumen itu serupa dengan wanita desa pada umumnya. Tapi dibalik itu semua, ia merupakan seorang pengusaha sekaligus programer handal.

Siapa yang bisa menyangka, Novi merupakan Direktur Utama di sejumlah perusahaan IT (Teknologi Informasi) yang didirikannya. Sebut saja PT. Wahyu Global Abadi, PT. Rise Solution International, dan PT Callind Network International.

Sejumlah produk IT juga telah ia bidani, salah satunya adalah Callind. Aplikasi media sosial ini hampir mirip dengan WhatsApp, BBM, dan Telegram yang memungkinkan kita melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call.

Meski belum diluncurkan secara resmi, tapi aplikasi ini sudah dapat diunduh di Play Store.

“Aplikasi ini akan resmi diluncurkan berbarengan dengan peresmian kantor di Jakarta pada November mendatang,” kata alumnus Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada seperti dikutip dari SINDONews.com pada Senin (13/11/2017).

Bukan aplikasi pertama

Callind sebenarnya bukan aplikasi chatting pertama yang dibuat Novi. Di bawah perusahaan Global Century Limited yang berbasis di Malaysia, Novi mengembangkan MeoTalk pada awal 2015. Layaknya media sosial lain, seperti WhatApp dan BBM, pengguna aplikasi ini juga bisa mengobrol dengan tulisan, suara, dan video. Aplikasi ini juga menawarkan uang virtual, G-Point yang bisa dibelanjakan di toko yang telah bekerja sama.

Menyusul keberhasilan aplikasi pesan ini di Negeri Jiran, pada Desember 2015 Novi kemudian ditunjuk sebagai CEO MeoTal Indonesia yang bertugas mengembangkan aplikasi chatting itu di Tanah Air. Saat itu, peluncurannya digelar di Yogyakarta dan diikuti oleh beberapa perwakilan MeoTalk dari negara lain.

Novi pun menyatakan bahwa ia ingin mengembangkan diri tanpa terikat dengan pihak lain. Aplikasi MeoTalk ciptaannya telah dilepaskan kepada perusahaan yang menaunginya terdahulu. Kini dia fokus pada Callind yang diklaimnya sebagai aplikasi chatting buatan asli Indonesia. Dia berharap, Callind bisa diterima oleh masyarakat Indonesia dan dunia. (*/ZH)