Optimalkan Penyaluran KUR, Ini 5 Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Ilustrasi (Foto: tribunnews.com)

INFONAWACITA.COM – Pemerintah pada rapat koordinasi pembahasan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jumat (27/10), melakukan evaluasi dan menentukan langkah-langkah percepatan penyerapan KUR.

Realisasi penyaluran KUR sampai dengan 30 September 2017 telah mencapai Rp 69,7 triliun atau 65,3% dari target penyaluran Rp 106,6 triliun dengan tingkat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) sebesar 0,014% dan tersalurkan kepada 3.098.515 debitur.

Untuk meningkatkan penyerapan KUR dan membantu mendorong perkembangan UMKM, pemerintah memutuskan sejumlah kebijakan terkait ketentuan KUR. Berikut lima di antaranya, seperti dikutip dari kontan.co.id:

Ilustrasi (Foto: tribunnews.com)

Suku Bunga Turun: suku bunga KUR yang selama ini dipatok 9 persen per tahun, diturunkan pemerintah menjadi 7 persen per tahun untuk meringkankan penerima KUR.

Ilustrasi (Foto: pertanianku.com)

Pengaturan plafon KUR Mikro: pengaturan plafon KUR Mikro untuk sektor produksi sebesar maksimum Rp 25 juta per musim tanam atau satu siklus produksi tanpa pembatasan total akumulasi plafon. Sedangkan KUR Mikro untuk sektor non-produksi memiliki total akumulasi plafon sebesar Rp 100 juta.

Ilustrasi (Foto: borneonews.co.id)

Penambahan Calon Penerima KUR: kelompok usaha bersama akan ditambahkan sebagai calon penerima KUR, yaitu untuk optimalisasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Selain itu KUR juga akan menyasar masyarakat di daerah perbatasan.

Ilustrasi (Foto: sindonews.com)

Penyaluran Lebih dari Satu Sektor Ekonomi: skema KUR Multisektor mengakomodir penyaluran pada lebih dari satu sektor ekonomi, mekanisme bayar setelah panen (yarnen) dan grace period.

Ilustrasi (foto: nusantara.news)

KUR Sasar TKI: KUR ini untuk membantu membiayai penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) di negara tujuan.(AR)