Minyak Kayu Putih Jadi Andalan Presiden Jokowi Saat Aktivitas Panjang

Presiden Jokowi saat mengikuti serangkaian pertemuan di KTT ke-31 ASEAN di Manila, Filipina, 13 November 2017. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Wangi minyak kayu putih ternyata menjadi andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa tetap terjaga mengikuti serangkaian rapat KTT ASEAN, pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB, dan bertemu para pemimpin dunia di Manila, Filipina pada Senin (13/11) lalu.

Hal ini diceritakan Mantan Gubernur DKI Jakarta ini di halaman Facebook resminya pada Selasa (14/11).

Presiden Jokowi bercerita bagaimana dirinya selama 15 jam harus tetap aktif dalam serangkaian kegiatan kenegaraan di Filipina.

“Sekitar 15 jam lamanya, dari pagi sampai tengah malam, saya menjalani seluruh rangkaian acara itu hampir tanpa jeda, selain sekadar rehat makan siang dan salat, dan beberapa kali coffee break. Tapi semua pertemuan ini begitu penting bagi masa depan kawasan, bagi masa depan kita semua,” kata Presiden Jokowi menceritakan rutinitasnya di Manila.

Di tengah penuhnya aktivitas tersebut, Presiden Jokowi pun memiliki satu cara untuk tetap bisa awas dalam serangkaian kegiatannya. Yakni dengan hanya berbekal sebotol minyak kayu putih.

Pada foto yang dibagikannya memang terlihat Jokowi tengah memegang sebotol minyak kayu putih. Presiden Jokowi mengaku menyimpan minyak kayu putih tersebut di balik jas hitamnya.

Menurut Presiden Jokowi, aroma minyak kayu putih dapat selalu membuat dirinya terjaga di tengah penuhnya aktivitas.

“Bila mata mulai diserang kantuk, pikiran dan badan lelah, menghirup aroma minyak kayu putih dari Tanah Air menjadi jalan keluar untuk tetap awas. Saya selalu menyelipkannya di kantong jas,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi memang mengikuti serangkaian acara di Manila, Filipina. Presiden hadir di Manila sejak Minggu (12/11). Pada Selasa (13/11) Presiden harus mengikuti segala macam aktivitas mulai dari KTT ASEAN, pertemuan bilateral dengan beberapa kepala negara hingga bertemu dengan Sekjen PBB.

Beberapa isu pun dibahas Presiden Jokowi pada aktifitas tersebut antara lain krisis kemanusiaan Rohingya, penyelesaian konflik di Palestina, hingga harapannya pada Jepang yang selalu terlibat dalam pembangunan ASEAN. (*/DS/yi)