Merasa Dibohongi Anies-Sandi, KSPI: Ahok Jauh Lebih Berani dan Ksatria

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menemui para buruh yang berdemonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta, 14 November 2012. (foto: liputan6.com)

INFONAWACITA.COM – Serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kecewa dengan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Kekecewaan itu tertuju kepada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Melalui pernyataan tertulis yang diterima Infonawacita.com, Kamis (2/11), Presiden KSPI  Said Iqbal pun menyatakan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih bernyali ketimbang Anies-Sandi. Pasalnya, Ahok tidak menggunakan PP No. 78/2015 dalam menetapkan UMP DKI 2016 lalu.

“Ternyata Ahok jauh lebih berani dan ksatria dalam memutuskan UMP pada waktu itu, ketimbang Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang lebih mengumbar janji dan kemudian berbohong serta mengingkari janjinya sendiri dalam kontrak politik yang mereka berdua tanda tangani secara resmi dengan para buruh yang bergabung di koalisi Buruh Jakarta,” tulis Said.

Anies-Sandi ingkar janji

Polemik ini memang bermula dari janji politik Anies-Sandi kepada buruh saat kampanye Pilkada DKI Jakarta lalu. Dalam janji politiknya Anies-Sandi berjanji akan menetapkan upah buruh lebih besar dari PP No. 78/2015.

Namun nyatanya, Anies-Sandi kini malah tidak memenuhi janjinya dengan menetapkan upah buruh sebesar Rp3,6 juta sesuai PP 78. Angka tersebut masih jauh dari tuntutan buruh yang menginginkan Rp3,9 juta.

 

“Ini bukan tentang besar kecil kenaikannya maupun mampu atau tidak mampunya pengusaha. Tetapi lebih tentang rasa keadilan terhadap buruh, karena faktanya memang upah buruh DKI kecil dan murah,” jelas Said Iqbal.

Said pun menegaskan akan menarik dukungan dari Anies-Sandi.

“Dengan demikian, mulai 1 November 2017 buruh Jakarta menyatakan mencabut dukungan dan berpisah (mufarokah) dengan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur karena mereka telah berbohong dan ingkar janji terhadap buruh. Pemimpin dipegang janjinya,” tegas Said Iqbal. (*/DS/yi)