Menteri ESDM Tegaskan Jaminan Reklamasi Pascatambang Syarat Mutlak

Menteri ESDM Ignasius Jonan saat penandatanganan naskah amandamen PKP2B di Gedung Kementerian ESDM pada Selasa (14/11) (foto: Desyselviany/Infonawacita.com)

INFONAWACITA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meyakinkan jika dirinya hanya menandatangani Naskah Amandemen Kontrak Perjanjian Karya/Kerja Sama Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang sudah memiliki dokumen Jaminan Reklamasi dan Pascatambang.

Hal ini ia sampaikan ketika menandatangani 13 Naskah PKP2B di Gedung Kementerian ESDM pada Selasa (14/11).

“Sekarang kalau sudah tandatangani ini pasti setelah ada jaminan pasca tambang, jadi kalau jaminan pasca tambangnya tidak ada saya kembalikan,” kata Jonan saat memberi sambutan.

Menurut Jonan, hal ini bukan saja komitmen kementeriannya, melainkan sudah menjadi komitmen bangsa, dimana Indonesia juga bisa memastikan kelestarian lingkungan di tengah adanya usaha pertambangan.

“Jadi ini komitmen kita bersama untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup walaupun ada tambang sebagaimanapun besarnya,” kata Jonan.

Maka dari itu menurutnya untuk bisa benar-benar menjamin hal tersebut tidak hanya dibutuhkan upaya dari Pemerintah Pusat dalam melakukan pengawasan tapi juga dibutuhkan peran serta pemerintah daerah untuk bersama-sama memastikan ketertiban perusahaan dalam Jaminan Reklamasi dan Pascatambang.

“Jadi saya mohon untuk pastikan ini, Pak,” kata Jonan menitipkan hal tersebut kepada gubernur daerah terkait dan pemerintah provinsi terkait.

“Karena kalau tidak, generasi berikutnya akan alami masalah lingkungan hidup makin besar, jadi jaminan pascatambang harus kita penuhi,” pesan Jonan.

Luas reklamasi 

Saat kegiatan pertambangan usai, memang akan terdapat wilayah bekas tambang dan perubahan lingkungan. Perubahan tersebut perlu diperbaiki dan ditata kembali atau biasa disebut reklamasi. Reklamasi bertujuan untuk menjaga lahan agar tidak labil dan lebih produktif.

Menurut data Kementerian ESDM target reklamasi pascatambang ialah 6.800 hektar, hingga semester I 2017 tercapai 1.921 hektar reklamasi lahan bekas tambang. Rata-rata luas reklamasi lahan bekas tambang sejak tahun 2014 di atas 6.500 hektar.

Pada tahun 2014, reklamasi lahan mencapai 6.597 hektar dan 6.733 hektar pada 2015. Sementara pada 2016, luas reklamasi lahan bekas tambang mencapai 6.876 hektar. Sebagai informasi, tren reklamasi biasanya selesai saat akhir semester II tahun berjalan. (DS/yi)