Menpan RB: Terlalu Banyak Lembaga Nonstruktural Tak Produktif

Menpan-RB Asman Abnur. (foto: Bagus Prihantoro/detikcom)

INFONAWACITA.COM – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur menilai, di Indonesia saat ini terlalu banyak lembaga nonstruktural yang tidak produktif dan tidak sesuai tataran.

Hal ini disampaikan Asman saat membuka Konferensi Ekonomi Bisnis Akuntansi dan Ilmu Sosial 2017, di Universitas Dharma Andalas, Padang, Jumat (13/10).

“Saat ini terdapat 129 lembaga pemerintah nonkementerian, ini terlalu banyak dan harus dibenahi,” kata Asman.

Ditambahkan Asman, pihaknya baru saja membubarkan 16 lembaga nonstruktural karena badannya ada, pejabatnya ada, tapi hasil pekerjaannya tidak ada, termasuk salah satunya Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terkait luapan lumpur dari proyek PT Lapindo Brantas di Jawa Timur.

Saatnya organisasi kelembagaan yang ada di republik ini, menurut dia, diperbaiki agar lebih efisien. Ke masa depan, dikemukakannya, dalam mengukur kinerja manajemen lembaga negara tidak lagi hanya berbasis anggaran, melainkan dinilai dari hasil kerja yang dihasilkan.

Ia melihat selama ini selalu yang menjadi tolok ukur keberhasilan instansi pemerintah adalah serapan anggaran, dan biasanya para pejabat akan bangga ketika serapan anggaran sudah mencapai 90 persen, sementara ketika ditanya hasilnya apa, maka mereka malah tidak tahu.

“Ke depan ukuran yang dinilai adalah hasil kerja, bukan serapan anggaran semata, dan perbaikan seperti ini mutlak dilakukan,” katanya.

Selain pembenahan lembaga saat ini, Kemenpan RB juga fokus mengupayakan agar sistem pemerintah saat ini berubah dari manual ke digital. Sudah saatnya pemerintahan menggunakan teknologi informasi dalam pekerjaan, ini sudah tidak bisa dihindari menghadapi perkembangan zaman.(AR/ANT)