KSPI Beberkan Lagi Kebohongan Anies-Sandi terhadap Buruh

Kelompok buruh berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa, 31 Oktober 2017. (foto: KOMPAS.com/JESSI CARINA)

INFONAWACITA.COM – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja (KSPI) Said Iqbal membeberkan satu persatu kebohongan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta kepada buruh. Salah satunya yakni pemberian kompensasi berupa Transjakarta dan sembako dari PD Pasar Jaya atas tidak terpenuhinya tuntutan buruh dengan UMP sebesar Rp3,9 juta.

Said mengungkapkan jika kebijakan tersebut sudah direncanakan sejak zaman Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kata Said Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2016 yang diterbitkan era Gubernur Basuki Tjahja Purnama menjelaskan tentang pemberian fasilitas Transjakarta gratis dan sembako dari PD Pasar Jaya.

“Itu Pergubnya Ahok, seolah-olah dia (Anies-Sandi) pahlawan,” ungkap Said Iqbal di Kantor DPP FSPMI-KSPI Jakarta seperti dikutip dariĀ Tempo.co pada Rabu (8/11).

Maka dari itu ia memastikan jika pada 10 November nanti 20 ribu buruh akan mengepung Balaikota untuk menagih janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Aksi ini juga sebagai hukuman bagi Anies-Sandi yang pada kenyataannya menetapkan upah buruh sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

“Anies-Sandi harus dihukum karena berbohong,” kata Said.

Sebelumnya buruh mengungkapkan jika pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu Anies dan Sandi telah membuat janji politik dimana tidak akan menetapkan UMP DKI Jakarta berdasarkan PP No 78 tahun 2015. Tetapi pada kenyataannya pada 2 November lalu Anies-Sandi sudah menetapkan UMP DKI Jakarta sesuai PP No 78 Tahun 2015 yakni sekitar Rp3,6 juta jauh di bawah tuntutan buruh yang menghitung UMP sesuai KHL sebesar Rp3,9 juta.

Keputusan Anies-Sandi pun membuat buruh kecewa. Padahal saat itu, kata Said, ada sekitar 400.000 buruh yang memberikan suaranya kepada Anies-Sandi pada Pilkada lalu. (*/DS/yi)