Konsep Minapadi Tarik Minat Pemuda Sleman Ikut Bertani

INFONAWACITA.COM – Konsep bercocok tanam Minapadi yang dikembangkan di Dusun Cibluk, Margoluwih, Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menarik minat pemuda setempat untuk kembali menggeluti bidang pertanian.

Selama ini, pertanian menjadi bidang pekerjaan yang tidak terlalu diminati generasi saat ini. “Sebelum ada konsep Minapadi, jarang ada pemuda yang mau turun ke sawah. Tapi sekarang kondisi berbeda. Mereka bangga menjadi petani,” ungkap Sigit, Ketua Kelompok Minapadi “Murakabi”, Dusun Cibluk, Jumat (3/2).

Para pemuda ini, lanjut Sigit, tertarik menggarap lahan orangtuanya yang tak terlalu luas, mengingat bila digarap serius maka akan mampu mendatangkan penghasilan yang lumayan. Minapadi adalah konsep bercocok tanam di satu lahan yang digabung dengan budidaya ikan. Konsep ini telah mendapatkan dukungan Badan Pangan Dunia (FAO) PBB yang telah menyalurkan bantuan untuk pengembangan pertanian tradisonal tersebut. Bahkan FAO Representative di Indonesia Mark Smulders sempat mengunjungi Dusun Cibluk.

Dijelaskan Sigit, konsep Minapadi telah mengubah cara pandang pemuda setempat. Dahulu, banyak pemuda yang ingin mencari pekerjaan ke kota, tetapi sekarang banyak yang lebih memilih untuk mengembangkan potensi ekonomi daerahnya. “Mereka ini sangat optimis dengan hasil dari perpaduan dari sektor pertanian dan perikanan ini, dan tak lagi berharap bekerja di kota,” imbuh Sigit.

Ditambahkan Sigit, sawah percontohan Minapadi mampu menghasilkan kenaikan panen padi dari rata-rata 6,5 ton per hektare menjadi 9,3 ton per hektare dengan kualitas padi yang jauh lebih baik. Sementara dari sisi penjualan ikan, bisa mencapai Rp 42 juta per hektare dalam satu musim.

Inovasi Minapadi sendiri menggunakan pendekatan ekosistem nol pestisida dan secara signifikan mengurangi tingkat penggunaan pupuk kimia. Inovasi dari Sleman ini telah disebarkan ke wilayah Asia Pasifik dan perwakilan 15 negara telah berkunjung ke Sleman.(AR/*)