Kementerian ESDM dan PLN Godok Penyederhanaan Golongan Pelanggan Listrik Non Subsidi

Warga memeriksa meteran listrik prabayar sebelum diisi ulang. (foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ss/kye/15)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) tengah menggodok penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi.

Penyederhanaan akan berlaku bagi golongan 900 VA non subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA dan 3.300 VA. Penyederhanaan ini pun tidak akan berdampak pada kenaikan biaya listrik pelanggan.

“Semua golongan tersebut akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam rilisnya pada Minggu (12/11).

Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

Namun, Dadan menegaskan jika penyederhanaan tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subisidi. Dadan menuturkan Golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang  disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan. Hal ini sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018.

Tidak Berdampak pada Pengeluaran Biaya Listrik

Ia juga memastikan jika kenaikan dan penambahan daya tersebut tidak akan berpengaruh pada pengeluaran biaya listrik masyarakat karena tidak akan dikenakan biaya apa pun, dan besaran tarif per kWh tidak akan berubah.

Dengan demikian ke depan golongan pelanggan listrik rumah tangga hanya akan terbagi dalam:

1. Pelanggan listrik dengan subsidi (450 VA dan 900 VA subsidi)

2. Pelanggan listrik non-subsidi 4.400 VA dan  13.00 VA.

3. Pelanggan listrik non-subsidi 13.000 VA ke atas (loss stroom).

Pemerintah berharap dengan penyederhanaan golongan pelanggan listrik  tersebut, tenaga listrik lebih bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Karena visi besar pemerintah dalam bidang kelistrikan adalah menaikkan kapasitas listrik, pemerataan layanan listrik dengan target elektrifikasi nasional 97% hingga tahun 2019, dan keterjangkauan masyarakat dalam mengakses listrik,” ujar Dadan.

Sebelumnya Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar juga mengungkapkan jika masyarakat tidak perlu risau dengan wacana penyerdahanaan kelas golongan daya listrik. Justru kata Arcandra, hal tersebut akan baik untuk masyarakat karena akan membantu segala aktifitas yang membutuhkan energi listrik besar. Terlebih imbuhnya, jika hal ini juga tidak akan berdampak pada pengeluaran biaya listrik karena biaya per/kwh akan tetap sama dengan pelanggan listrik 900VA. (DS/yi)