JICA Janjikan Pra Studi Kelayakan Proyek KA Semi Cepat Rampung Akhir Tahun

Seorang pekerja melakukan pengelasan jalur rel kereta api di Kawasan Stasiun Bangil, Pasuruan, Jatim, Rabu (17/12). Pengelasan jalur rel kereta api yang mengarah ke depo tersebut sebagai tempat untuk penyimpanan dan bongkar muat di area Stasiun Bangil. ANTARA FOTO/Adhitya Hendra/Rei/pd/14.

INFONAWACITA.COM –┬áSenior Representative Indonesia Office JICA Tomoyuki Kawabata menyatakan, pra studi kelayakan proyek Kereta Api Semi Cepat Jakarta-Surabaya akan selesai pada bulan depan.

Ia menyerahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk menindaklanjutinya.

“Pihak Indonesia menginginkan prastudi kelaikan tahun ini, nanti hasilnya akan ditindaklanjuti oleh JICA,” katanya di Jakarta, Senin (13/11)

Kawabata menambahkan hasil dari prastudi kelaikan itu nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia untuk ditindaklanjuti dan diputuskan apakah akan dilanjutkan ke tahap studi kelaikan.

“Semuanya masih dalam kajian, yang pasti bahwa proyek akan dilakukan dengan jalur yang sudah ada,” katanya.

Kawabata mengatakan nantinya kecepatan bisa ditingkatkan menjadi 160 kilometer per jam dan waktu tempuh Jakarta-Surabaya menjadi 5,5 jam.

Revitalisasi Jalur Yang Ada

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang menyepakati revitalisasi jalur kereta api lintas utara Jawa atau Jakarta-Surabaya memakai jalur yang sudah ada.

Pernyataan tersebut berdasarkan hasil pertemuan tingkat Wakil Menteri bidang Transportasi antara Pemerintah RI dan Pemerintah Jepang.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo, sedangkan delegasi Jepang dipimpin oleh Wakil Menteri untuk Hubungan Internasional Kementerian Tanah, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, Hiroshi Narahira.

Pertemuan yang berlangsung selama tiga hari tersebut melahirkan kesepakatan, yaitu sinkronisasi antara studi yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan melalui bekerja sama dengan Badan pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan studi yang dilaksanakan oleh JICA (Badan Kerja Sama Internasional Jepang).

Teknologi yang akan digunakan dapat mengakomodasi hal-hal berikut, yakni menggunakan jalur yang ada lintas Jakarta-Surabaya, waktu perjalanan KA selama 5,5 jam, mengurangi perlintasan sebidang dan memperlebar lengkung. (ANT/HG)