Indonesia Punya Perhatian Besar pada Krisis Rohingya, Jokowi Dipuji PBB

Presiden Jokowi saat mengikuti agenda KTT ASEAN di Manila, Filipina, Senin (13/11). (Foto: Setkab.go.id)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipuji Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres atas perhatian besar Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar.

Seperti dikutip dari Setkab.go.id, Presiden Jokowi memang melakukan pertemuan bilateral dengan Sejken PBB di sela-sela kesibukannya saat acara KTT ASEAN pada Senin (13/11).

“Sekjen PBB Guterres menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar,” tulis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam siaran pers yang diunggah Setkab.go.id pada Selasa (14/11).

Baik Presiden Jokowi maupun Sekjen PBB Antonio Guterres, lanjut Bey, memiliki kekhawatiran yang sama mengenai krisis kemanusiaan di Rakhine State. Ia menyebutkan, Presiden dan Sekjen PBB sepakat untuk terus berupaya membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State.

“Jika tidak selesai, maka krisis ini akan berdampak pada stabilitas dan keamanan kawasan. Krisis yang berkelanjutan juga akan melahirkan radikalisme dan bahkan meningkatnya ancaman terorisme,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi dan Sekjen PBB membahas pentingnya segera diselesaikan MOU Repatriasi antara Myanmar dan Bangladesh.

“Penyelesaian MOU sangat penting artinya bagi proses repatriasi,” kata Presiden Jokowi.

Pemimpin Negara ASEAN Pertama

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi memang menjadi pemimpin negara ASEAN pertama yang menyampaikan isu soal penyelesaian Rakhine State, baik pada saat KTT ASEAN maupun saat bertemu dengan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres.

Pada pertemuan KTT ASEAN yang ke-31 itu, Presiden Jokowi berharap jika negara-negara lain di ASEAN tidak berdiam diri dan menutup mata pada krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya. Presiden Jokowi mengajak negara-negara ASEAN lain bisa turut aktif dalam penyelesaian krisis kemanusiaan di Myanmar.

Indonesia selama ini memang berperan aktif dalam penyelesaian krisis kemanusiaan di Myanmar. Misalnya saja Indonesia telah memberikan solusi 4+1 untuk Myanmar dalam menyelesaikan konflik di Rakhine State. Dimana Indonesia mendorong pemerintah Myanmar untuk bisa melakukan peace and stability, maximum restrain and no use of force,  protection for all tanpa melihat latar belakang agama dan etnis dan akses kemanusiaan. (DS/yi)