Harga Listrik Indonesia Tidak Lebih Mahal Dibanding Negara Lain

Wamen ESDM Arcandra Tahar. (foto: esdm.go.id)

INFONAWACITA.COM – Semenjak subsidi listrik dicabut oleh pemerintah secara bertahap, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan harga listrik yang dianggap cukup mahal. Padahal menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harga listrik di Indonesia tidak lebih mahal dibandingkan negara lain.

“Listrik di Indonesia tidak lebih mahal dibandingkan negara lain, wajib ditulis itu,” kata Arcandra di Gedung Kementerian ESDM pada Jumat (10/11).

Ungakapan Arcandra ini sesuai dengan data dari ESDM. Menurut data ESDM harga listrik di Indonesia bahkan sangat kompetitif di ASEAN. Misalnya saja data Mei 2017 yang menyebutkan bahwa TTL untuk golongan rumah tangga di Indonesia sebesar Rp1.467 kWh. Tarif ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Filipina sebesar Rp 2.359 per kWh, Singapura Rp 2.185 per kWh, dan Thailand sebesar Rp1.571 per kWh.

Listrik Industri Juga Kompetitif

Bukan hanya tarif listrik rumah tangga, pun harga tarif listrik industri di Indonesia bisa dibilang sangat kompetitif untuk kawasan ASEAN. Misalnya saja per Mei 2017 untuk pelanggan bisnis besar tarifnya adalah Rp1.115 per kWh, sementara Thailand Rp1.149 per kWh, Singapura Rp1.523 per kWh, Filipina Rp1.464 per kWh, dan Vietnam Rp1.456 per kWh.

Sementara untuk industri besar, pada periode tarif yang sama, tarif di Indonesia adalah Rp997 per kWh, sementara Thailand Rp1.034 per kWh, Singapura Rp1.382 per kWh, dan Filipina Rp 1.417 per kWh.

Sebelumnya, laporan International Energy Consultants (IEC) yang dirilis Mei 2016 lalu menunjukkan TTL (rata-rata semua pengguna) di Indonesia hanya 7 sen dolar AS per kWh atau sekitar Rp 945 per kWh (kurs Rp 13.500 per dollar).

Ini merupakan yang terendah dibandingkan negara-negara lain yang dikaji, yakni Jepang (wilayah Kansai) sebesar 23,3 sen dolar AS per kWh, Hongkong 15,1 sen dolar AS per kWh, Filipina 14,6 sen dolar AS per kWh, Singapura 10,9 sen per dolar AS kWh, Thailand 9,9 sen dolar AS per kWh, Korea Selatan 9,5 sen dolar AS per kWh, Malaysia 8,8 sen dolar AS per kWh, dan Taiwan sebesar 8,7 sen dolar AS per kWh.

Walaupun memiliki harga yang dapat dibilang sudah kompetitif, Kementerian ESDM pun selalu mengupayakan agar harga listrik bisa semakin terjangkau di masyarakat. Bahkan, Kementerian ESDM berkali-kali menginstruksikan PLN untuk terus menerus melakukan efisiensi dalam memproduksi listrik. Misalnya saja dengan membangun pembangkit listrik sesuai dengan sumber energi yang dimiliki masing-masing daerah. (DS/yi)