Disebut Jadi Modal Utama Memimpin, Ini 5 Fakta Merakyatnya Jokowi

Warga tampak antusias memotret Jokowi yang akan bermain sepak bola. (Foto: kompas.com)

INFONAWACITA.COM – Merakyat menjadi modal yang dimiliki Joko Widodo (Jokowi) yang membuat rakyat jatuh hati. Hal ini didukung survei yang menunjukkan kenapa masyarakat menghendaki Jokowi kembali memimpin untuk periode 2019-2024, salah satunya karena alasan sosoknya yang merakyat.

Polmark Indonesia menyampaikan hasil surveinya menandai tiga tahun kepemimpinan Jokowi. Dalam survei itu, 44,3 persen responden menghendaki Jokowi kembali memimpin Indonesia pada 2019-2024. Survei itu dilakukan terhadap 2.250 responden yang berada di 32 provinsi. Jumlah presentase itu lebih besar ketimbang responden yang tidak menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden sebesar 32,4 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 23,2 persen.

Direktur PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah menyatakan, alasan responden yang menginginkan Jokowi kembali menjadi Presiden di antaranya karena kinerja terbukti dengan 31,1 persen dan merakyat 23,8 persen.

Berbicara tentang merakyat, berikut sejumlah fakta kegiatan sederhana Presiden yang justru menunjukkan sosok Jokowi yang seperti tak bersekat dari rakyatnya. Disarikan dari berbagai sumber:

Makan di Warteg: Sejak masih menjabat Walikota Solo, lalu menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden RI, Jokowi terkenal dengan blusukan-nya. Jokowi memang dikenal doyan blusukan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Tak terkecuali warteg yang ada di depan Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Makan di warteg menjadi salah satu kegiatan yang kerap dilakukan Jokowi. (Foto:kaskus.co.id)

Djunah (65), empunya warteg, tidak pernah menyangka wartegnya yang diapit warung kelontong dan gerobak soto itu membuat Jokowi betah untuk makan di sana. Jokowi kerap makan di Warteg ini, misalnya selepas salat di Masjid Sunda Kelapa.

Sebuah foto Djunah bersama Jokowi saat ini terpajang di warung nasinya. Tentunya foto tersebut menjadi kebanggaan dirinya bahwa warung nasi nan sederhana miliknya pernah dikunjungi orang nomor satu negeri ini.

Ternyata setelah Jokowi sudah menjabat sebagai Presiden, tidak begitu saja lupa dengan warteg dan si pemiliknya. Beberapa pekan setelah dilantik, Jokowi mengundang Djunah ke Istana untuk makan malam. Bila sebelumnya Jokowi bersantap dilayani Djunah, kini giliran Djunah dilayani Sang Presiden.

Ikut Balap Karung: Dalam salah satu blusukannya di Waduk Pluit beberapa waktu lalu yang kebetulan bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, Jokowi ikut bergabung dengan masyarakat untuk ikut lomba balap karung.

Presiden Jokowi berbaur dengan masyarakat mengikuti lomba balap karung. (Foto: kompas.com)

“Saya itu seneng kalau rakyat di kampung mengadakan lomba sederhana yang membuat mereka senengnya setengah mati. Bukan yang tinggi-tinggi juga itu, tetapi mereka senang sekali,” kata Jokowi.

Jokowi pun memutuskan untuk ikut balap karung. Meskipun pihak keamanan melarang, kali ini Jokowi enggan menurutinya. “Katanya bahaya, kalau jatuh bagaimana? Ya kalau jatuh paling sakit aja,” ujar Jokowi kala itu.

Jokowi mengaku hampir jatuh saat lompat-lompat di dalam karung untuk mengalahkan pesaing-pesaingnya. Namun, usahanya itu tetap tidak membuahkan hasil. “Saya kalah balap karung, nomor sepuluh, tetapi enggak gugat panitia,” ujar Jokowi.

Bertemu Suku Anak Dalam: Beberapa waktu lalu beredar foto Presiden Jokowi tengah ngobrol dengan sejumlah warga Suku Anak Dalam. Foto ini kemudian menjadi viral.
Pertemuan Presiden Jokowi dengan Suku Anak Dalam dilakukan pada Jumat (30/10/2015).

Presiden Jokowi ditemani seorang penterjemah sedang berdialog dengan warga Suku Anak Dalam. (Foto: rappler.com)

Saat itu, Presiden Jokowi tengah meninjau korban kebakaran lahan di beberapa wilayah Jambi. Jokowi saat itu menuju ke lokasi pengungsian Suku Anak Dalam di perkebunan sawit.
Di perkebunan sawit itulah presiden bertemu dengan Suku Anak Dalam yang sedang duduk dan mengenakan pakaian asli mereka. Jokowi lalu berbincang santai dan menanyakan beberapa hal, salah satunya terkait rumah tinggal mereka.

Jokowi langsung menyapa sejumlah Suku Anak Dalam dan berdialog dengan beberapa di antara mereka. Seorang penerjemah bernama Husni Thamrin sejak kegiatan itu selalu mendampingi Presiden Jokowi. Bahkan dalam dialog itu, Jokowi tak didampingi menteri. Dalam kesempatan itu Jokowi juga memberikan langsung bantuan ke warga Suku Anak Dalam.

Layani Selfie Warga: Dalam berbagai kesempatan kunjungan kerja ke daerah atau saat blusukan, Presiden Jokowi selalu tak kuasa melayani “todongan” warga untuk berswafoto alias selfie. Dengan ramah dilayaninya permintaan selfie dari warga. Tak jarang ini membuat kewalahan Paspampres. Namun, karena bosnya bersikukuh melayani warga, Paspampres pun tak bisa mencegah.

Foto: tempo.co
Jokowi melayani permintaan foto selfie warga. (Foto; berita168.com)

Hal ini salah satunya yang sering terjadi adalah saat Jokowi blusukan ke mall di suatu kota yang jadi lokasi kunjungan kerjanya. Dalam satu kesempatan, Jokowi juga pernah terlihat melayani selfie teman-teman sekolah putranya di Singapura. Atau di kesempatan lain, Jokowi juga melayani selfie para tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri saat silaturahmi dengan Presiden.

Berbaur Nonton Konser: Di luar jadwalnya yang padat, Presiden Jokowi tak melupakan hobinya nonton konser. Kadang ini dilakukan secara spontan, dan diam-diam masuk ke lokasi konser. Ini terjadi misalnya saat penyelenggaraan We The Fest 2017, di Jakarta.

Presiden Jokowi saat nonton suatu konser. (Foto: kaskus.co.id)

Penonton terkaget-kaget saat Presiden Jokowi tiba-tiba sudah berada di tengah-tengah mereka. Tak hanya penonton yang kaget, penampil di konser pun kerap dibuat kaget. Yang pernah dibikin kaget adalah penyanyi Ebiet G Ade saat tampil di Festival Musik Synchronize. Vokalis grup band /Rif yaitu Andy /Rif juga pernah tekaget-kaget saat Jokowi muncul menyaksikan penampilannya.(AR)