Anomali Kebijakan Pertanian Amran Sulaiman

Mentan Amran Sulaiman (foto pertanian.go.id)
Foto: Fb/iwan.nurdin.77

Oleh Iwan Nurdin*

INFONAWACITA.COM – Banyak pihak bingung dengan kejatuhan harga padi saat panen raya sekarang. Banyak pihak juga heran Nilai Tukar Petani (NTP) turun dan  upah riil yang dinikmati buruh tani turun. Ini data pemerintah sendiri lo yang dijadikan sumber.

Padahal keadaan yang dialami petani sekarang ini adalah buah dari kebijakan pertanian sendiri. Pertama mempercepat waktu tanam dengan tanpa mengistirahatkan tanah bahkan dengan mengajak tentara turun ke sawah-sawah. Hasilnya adalah panen jatuh lebih cepat, panen raya di musim hujan.

Panen di musim hujan membuat gabah dipanen dan susah dikeringkan. Padahal teknologi pengeringan masyarakat yang lazim hanyalah matahari. Dengan kadar air yang tinggi dan pengeringan yang lama telah membuat gabah pecah saat digiling. Ingat, penggilingan padi kita adalah rice mill kecil milik rakyat dengan teknologi yang kurang baik. Hasilnya beras pecah dan tidak tergiling baik. Beras demikian tentu berharga lebih murah, jadilah gabah petani dibeli murah di tingkat lapangan.

Selain itu, ini adalah hasil dari kebijakan subsidi benih yang menguntungkan pengusaha itu. Sebab, pengadaan benih selama ini dengan sistem tender, dicari termurah, telah membuat produsen bisa jadi telah mengurangi mutu benih karena mengejar harga tender murah sebagai pemenang.

Ini bisa ditengarai dari laporan bahwa kenaikan produksi gabah tidak naik signifikan. Di Jawa Tengah juga dilaporkan terjadi hama wereng dahsyat. Bukti-bukti awal bahwa ada masalah dengan mutu benih mulai terlihat. Karena produksi tidak naik, impor beras masih dilakukan pemerintah bahkan pada bulan Januari tahun ini.

Inilah buah kebijakan pertanian kita yang merugikan petani. Produksi tidak naik, harga jatuh. Begitulah nasib petani dan buruh tani kita saat ini. Sekali lagi, turunnya harga gabah bukan karena kelebihan pasokan akibat panen raya. Gagal panen banyak dilaporkan bagaimana bisa disebut kelebihan pasokan.

Siapa yang untung dari kebijakan pertanian kementan selama ini: memberi uang saku bagi tentara dan pengusaha khususnya benih dan traktor yang barangnya dibeli atas nama subsidi untuk petani.

*Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)