5 Tol yang Diresmikan Jokowi dalam 7 Bulan Terakhir

Presiden Jokowi saat melintasi salah satu gerbang tol. (Foto: ksp.go.id)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan penguatan konektivitas dalam mengendalikan laju inflasi. Penguatan konektivitas nasional ini diproyeksikan mampu menciptakan efisiensi system logistik nasional, sehingga hal ini dapat mendukung terciptanya stabilitas harga komoditas.

Presiden mengatakan salah satu upaya untuk mendukung terciptanya konektivitas yaitu dengan pembangunan infrastruktur yang pembiayaannya berasal dari alokasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Pembangunan infrastruktur telah dirumuskan dalam kebijakan strategis dari sisi belanja negara. Menurut Presiden, Pembangunan infrastruktur diperlukan untuk memperbaiki kualitas pembangunan dan terwujudnya kedaulatan pangan.

Presiden Jokowi pun ngebut membangun infrastruktur, mewujudkan apa yang menjadi program pemerintahannya. Dalam tujuh bulan terakhir misalnya, lima jalan tol diresmikan. Lima jalan tol itu adalah:

Tol Akses Tanjung Priok (Foto: viva.co.id)

Tol Akses Tanjung Priok: Jalan tol ini diresmikan pada 15 April 2017 lalu. Saat peresmian, Presiden Jokowi menuturkan pembangunan Jalan Tol Akses Tanjung Priok ini membutuhkan waktu yang lama. Bahkan prosesnya dilakukan sejak Presiden Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Bolak-bali mengurusi pembebasan lahan jalan tol ini sehingga mundur 2,5 tahun,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya. Selain masalah pembebasan lahan, kendala pembangunan jalan tol Akses Tanjung Priok ini terdapat kesalahan struktur pada 69 tiang sehingga harus dipotong dan diganti konstruksi tiang yang benar.

Jalan Tol Akses Tanjung Priok ini menjadi jalur lalu lalang kontainer yang akan menuju maupun dari Pelabuhan Tanjung Priok. Tentunya, dengan adanya jalan tol ini akan menngkatkan daya saing dan mempercepat pengiriman arus barang. “Pelabuhan ini pelabuhan utama. Main port. Sebelum barang dikirim ke pelabuhan lainnya, semuanya kumpul di pelabuhan Tanjung Priok. Begitu di pelabuhan itu tidak lancar pengirimannya maka semuanya akan lambat sehingga dioperasikan tol ini sangat berpengaruh untuk lalulintas kontainer,” tutur Jokowi.

 

Presiden Jokowi saat peresmian Tol Jombang-Mojokerto. (Foto: senayanpost.com)

Tol Jombang-Mojokerto: Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian Jalan Tol Jombang – Mojokerto (Joker) yang meliputi ruas jalan tol Jombang-Mojokerto Barat Seksi II sepanjang 19,9 km dan Seksi III Mojokerto Barat-Mojokerto Utara sepanjang 5 km.

Jalan Tol Joker ini merupakan bagian dari Tol Trans Jawa yang menghubungkan bagian barat Kabupaten Jombang (Desa Bandarkedungmulyo) dengan bagian utara Kabupaten Mojokerto (Desa Penompo). Presiden Jokowi meminta pembangunan infrastruktur tidak boleh diundur undur. Karena dampaknya berpengaruh pada kenaikan harga dan mundurnya pengoperasiannya.

Pengoperasian ruas jalan tol Jombang-Mojokerto dilakukan secara bertahap. Diawali pengoperasian seksi 1 sepanjang 14,7 kilometer pada Oktober 2014 lalu. Kemudian dilanjutkan dioperasikanya seksi 3 sepanjang 5 kilometer pada November 2016. Seksi 2 sepanjang 19,9 kilometer, sedangkan seksi 4 sepanjang 0,9 kilometer rencanaya akan diresmikan bersamaan dengan pengoperasian ruas Ngawi-Kertosono.

Secara keseluruhan ruas tol Jombang-Mojokerto yang melintasi 35 Desa ini, memiliki 4 gerbang tol. Diantaranya gerbang tol Bandar di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, gerbang tol Jombang, di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, gerbang tol Mojokerto Barat, di Desa Pagerluyung, Mojokerto, gerbang tol Mojokerto, di Desa Penompo Kecamatan Jetis, Mojokerto.

 

Ruas Tol Bawen-Salatiga disebut-sebut sebagai gerbang tol terindah dengan latar belakang Gunung Merbabu.(Foto:Tribunnews.com)

Tol Bawen-Salatiga: Presiden Jokowi meresmikan Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, 25 September lalu, setelah sebelumnya sempat tertunda. Didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, Presiden Joko Widodo meresmikan ruas tol sepanjang lebih dari 17 kilometer ini.

Tol Bawen-Salatiga merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo dengan total panjang lebih dari 72 kilometer. Setelah diresmikan, gerbang tol ini sudah memiliki tarif. Ditargetkan pada Hari Raya Idul Fitri 2018, tol sudah bisa digunakan seluruhnya. Jalan tol ini disebut sebagai salah satu jalan tol terindah di Indonesia dengan latar pemandangan Gunung Merbabu.

 

Presiden Jokowi dalam peresmian Tol Palindra, Kamis (12/10). (Foto: poskotanews.com)

Tol Palembang-Indralaya: Presiden Jokowi, Kamis (12/10) kemarin, meresmikan jalan tol Palembang-Indralaya seksi I yaitu ruas Palembang-Pemulutan sepanjang 7,75 kilometer yang merupakan jalan tol pertama di Sumatera Selatan.

“Saya perlu ke sini karena perlu semangat itu dan saya sangat senang sekali ini jalan tol pertama yang ada di Sumatera Selatan,” kata Presiden Jokowi di gerbang tol Palembang-Pemulutan, Palembang.

Tol Pelembang-Pemulutan terdiri atas 3 seksi yaitu seksi I ruas Palembang-Pemulutan sepanjang 7,75 kilometer; seksi II Pemulutan-Kota Terpadu Mandiri (KTM) sepanjang 4,9 kilometer dan seksi III KTM-Simpang Indralaya sepanjang 8,5 kilometer sehingga total selesai lebih dari 21 kilometer.

 

Salah satu penampakan ruas tol Medan-Tebing Tinggi (Foto: dimedan.co)

Tol Binjai-Medan-Tebing Tinggi: Jumat (13/10) ini, Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian jalan tol Binjai-Medan-Tebing Tinggi yang merupakan bagian dari jalan tol Medan-Parapat. Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan meresmikan dua jalan tol di Medan, Sumatera Utara, Jumat sore ini.

Keduanya adalah Tol Medan-Kualanamu- Tebing Tinggi ruas Kualanamu-Sei Rampah serta Medan Binjai seksi 2 (Helvetia Sei Semayang) dan seksi 3 (Sei Semayang-Binjai).
Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang diresmikan Jokowi terutama Seksi II hingga VI.

Secara total, Medan-Tebing Tinggi memiliki panjang 61,72 kilometer dan terbagi menjadi tujuh seksi. Seksi I sampai Seksi 6 sepanjang 52,85 kilometer yang terbentang dari Tanjung Morawa hingga Sei Rampah. Seksi 7 Sei Rampah-Tebing Tinggi ditargetkan rampung pada April 2018 karena masih terkendala pengadaan lahan yang melewati kawasan permukiman.(AR)