49 Titik Rawan Bencana di Daop 2, PT KAI Siagakan Flying Gang

ilustrasi petugas PT KAI memperbaiki jalur rel. foto: Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus

INFONAWACITA.COM – PT KAI Daop 2 Bandung mengindentifikasikan ada 49 titik rawan bencana yang harus diwaspadai. Untuk itu PT KAI Daop 2 menyiagakan Flying Gang (Regu Siaga) di beberapa lokasi.

Hal ini seperti penuturan Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus ke infonawacita.com di Jakarta, Rabu (15/11). Flying Gang ini disiagakan untuk bertindak cepat menangani gangguan di lintas.

Selain itu, Joni mengungkapkan bahwa khusus untuk daerah-daerah rawan di Daop 2 telah disiapkan pos siaga seperti misalnya di Km 107 antara ciganea – purwakarta , Km 110 antara Stasiun Ciganea – Stasiun Sukatani dan Km 99 antara Stasiun Purwakarta dan Stasiun Cibungur.

Di pos siaga ini selalu disiapkan petugas yang memantau dan menangani daerah tersebut selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk senantiasa memberikan jaminan kemanan dan keselamatan bagi opersional kereta api.

Joni menambahkan bahwa untuk mengantisipasi berbagai gangguan di lintas yang salah satunya disebabkan alam, Daop 2 secara rutin telah melaksanakan Gerakan Memeriksa Merawat dan Memperbaiki Prasarana (Gempar).

Gempar ini dilaksanakan 3 kali dalam seminggu meliputi perawatan prasarana mulai dari jalan rel, jembatan, persinyalan, dan termasuk di dalamnya adalah perbaikan saluran-saluran air yang berada di sekitar jalur kereta api.

Antisipasi Gangguan

Menurut Joni, Gempar yang merupakan program Vice President Daop 2, Saridal ini diharapkan mampu mengantisipasi gangguan yang bisa menghambat kelancaran dan keselamatan operasional kereta api.

Gempar difokuskan pada lokasi rawan dan lokas-lokasi yang berpotensi menciptakan kerawanan.

Lokasi-lokasi yang menjadi titik Gempar diantaranya lengkungan-lengkungan jalan kereta, jembatan, dan saluran-saluran air.

Selain Gempar, PT KAI Daop 2 pun secara rutin menurunkan regu untuk mengawasi dan merawat jalur kereta api termasuk di dalamnya adalah para penjaga terowongan.

Selain Gempar, dilaksanakan pula pemeriksaan jalur kereta api menggunakan lori motor atau dengan berjalan kaki. (HG)